Imparo.net

Revolusi Pengelolaan Sampah Plastik: Mahasiswa UMM Kenalkan Ecobrick kepada Warga Supiturang

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian pada Masyarakat (PMM) mengadakan kegiatan edukasi tentang pengelolaan sampah plastik melalui pembuatan ecobrick di RW 10 Dusun Supiturang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama ibu rumah tangga, mengenai pentingnya mengelola limbah plastik serta mengubahnya menjadi produk bermanfaat yang ramah lingkungan.

Masalah sampah plastik menjadi tantangan besar bagi masyarakat modern, termasuk di Indonesia. Jumlah sampah yang terus meningkat sering kali membuat warga, termasuk di Dusun Supiturang, kesulitan dalam mengelola limbah plastik. Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa UMM memberikan solusi praktis berupa pemanfaatan limbah plastik menjadi ecobrick, yaitu produk yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan sederhana.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga dari RW 10. Para mahasiswa memulai acara dengan sosialisasi mengenai dampak buruk dari sampah plastik dan pentingnya memilah limbah rumah tangga. Selanjutnya, mereka mempraktikkan pembuatan ecobrick yang meliputi langkah-langkah mengumpulkan, membersihkan, memotong sampah plastik menjadi potongan kecil, lalu memasukkannya secara padat ke dalam botol plastik hingga penuh.

“Ecobrick adalah solusi yang ramah lingkungan serta mudah dipraktikkan,” ujar Yongki Adi Saputra, koordinator PMM kelompok 87, dalam sesi sosialisasi. “Selain mengurangi sampah plastik, produk ini dapat digunakan untuk membuat barang seperti kursi, meja, atau bahkan dinding bangunan sederhana.”

Program ini berhasil menarik antusiasme ibu-ibu setempat. Mereka tidak hanya belajar cara memanfaatkan sampah plastik, tetapi juga mulai memilah sampah di rumah. Bu Rumi, salah seorang peserta, menyatakan: “Sebelumnya, saya tidak tahu harus berbuat apa dengan sampah plastik di rumah. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi lebih paham bagaimana mengelolanya menjadi barang yang berguna. Anak-anak juga ikut belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan.”

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga dan perangkat desa setempat. “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari mahasiswa UMM. Dengan edukasi ini, warga menjadi lebih sadar pentingnya pengelolaan sampah, dan sekarang kami memiliki keterampilan baru yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Pak RW yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Mahasiswa PMM berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi warga Dusun Supiturang. Selain mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, kegiatan ini juga mendorong terciptanya budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan. “Program ini adalah langkah kecil, tetapi dengan gotong royong, kami yakin perubahan besar bisa dimulai,” kata Yongki.

Dengan berjalannya program ini, warga Dusun Supiturang diharapkan mampu mengelola sampah plastik secara mandiri dan bahkan memanfaatkan ecobrick untuk proyek-proyek komunitas di masa mendatang. Keberhasilan program ini memberikan inspirasi bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Editor: Abdul Khair

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait