Imparo.net

Resensi Semua Ada Prosesnya: Menghentikan Kebiasaan Membandingkan Diri dan Menemukan Kebahagiaan Sejati

Identitas Buku

Judul: Semua Ada Prosesnya

Penulis: Rendy Ariyanto

Tahun Terbit : 2022

Penerbit: Ranah Buku

Tebal Buku: 110 Halaman

Buku “Semua Ada Prosesnya” karya Rendy Ariyanto hadir sebagai panduan reflektif bagi mereka yang sering merasa tidak puas akibat membandingkan diri dengan orang lain. Di tengah dominasi media sosial yang sering menampilkan kehidupan sempurna orang lain, buku ini mengingatkan bahwa setiap individu memiliki proses dan perjalanan hidup yang berbeda. Rendy menyampaikan bahwa kebiasaan membandingkan diri hanya akan membawa ketidakpuasan dan menghalangi kita untuk menghargai potensi diri sendiri.

Melalui analogi sederhana seperti, “tidak semua bunga tumbuh dan mekar bersamaan,” Rendy mengajak pembaca untuk memahami bahwa waktu dan cara setiap orang dalam mencapai tujuan hidup tidaklah sama. Ia menekankan pentingnya fokus pada diri sendiri serta menghargai perjalanan yang sedang dijalani. Buku ini juga mengajak pembaca untuk introspeksi, mengenali keunikan diri, dan kembali kepada identitas asli mereka tanpa harus terjebak dalam standar hidup yang ditetapkan oleh orang lain.

Rendy menggunakan gaya penulisan yang sederhana, lugas, dan akrab, sehingga buku ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik remaja maupun dewasa. Pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya berbentuk teori, tetapi juga dilengkapi dengan pengalaman pribadi dan cerita inspiratif dari orang lain. Pendekatan naratif ini membuat pembaca merasa lebih dekat dengan penulis, menciptakan suasana empati yang mendorong pembaca untuk merenungkan pengalaman mereka sendiri.

Salah satu poin penting dari buku ini adalah ajakan untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan mulai menghargai setiap langkah kecil dalam perjalanan hidup kita. Rendy menyampaikan bahwa keberhasilan bukan semata-mata soal pencapaian besar, melainkan juga bagaimana kita menghadapi tantangan dan belajar dari pengalaman. Buku ini juga menyoroti pentingnya bersyukur atas apa yang dimiliki dan berfokus pada peningkatan diri yang berkelanjutan.

Meskipun buku ini memberikan banyak panduan praktis, beberapa kekurangan tetap terasa. Durasi bacaan yang singkat, hanya 110 halaman, membuat pembahasan tentang topik kompleks seperti perbandingan sosial kurang mendalam. Pendekatan individualistis yang diambil Rendy mungkin juga kurang relevan bagi mereka yang berada dalam budaya dengan nilai-nilai kolektivitas tinggi. Selain itu, kurangnya referensi teori psikologi membuat argumen yang disampaikan terasa sederhana bagi pembaca yang mencari analisis akademis.

Namun, kelebihan buku ini jauh lebih menonjol dibandingkan kekurangannya. Gaya bahasa yang mengalir, pesan-pesan reflektif yang mudah dipahami, serta inspirasi nyata yang disajikan membuat buku ini relevan dan bermanfaat. Banyak pembaca melaporkan perubahan positif dalam cara pandang mereka terhadap diri sendiri setelah membaca buku ini.

Bagi siapa saja yang merasa terjebak dalam siklus perbandingan sosial, “Semua Ada Prosesnya” adalah buku yang memberikan panduan untuk menerima diri sendiri dan menghargai perjalanan hidup yang unik. Melalui pendekatan yang penuh empati, Rendy Ariyanto berhasil menyampaikan pesan bahwa kebahagiaan sejati ditemukan bukan dalam pencapaian orang lain, melainkan dalam apresiasi terhadap proses yang kita lalui. Buku ini layak menjadi teman dalam perjalanan menemukan kepercayaan diri dan hidup yang lebih bermakna.

Penulis: Ivan Dwi Ramdhani

Editor: Abdul Khair

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait