Memasuki era digital yang kian maju, Sekolah Dasar Negeri 2 Sumbersuko, Wagir, Kabupaten Malang, menjadi saksi peran penting kecerdasan buatan dalam pendidikan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dari PMM Kelompok 71, Gelombang 1, hadir dengan program pengabdian yang tidak hanya mengenalkan teknologi mutakhir, tetapi juga membekali para guru dengan keterampilan baru melalui workshop pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Workshop ini menjadi jembatan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses belajar-mengajar, menjadikan mereka lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Di era digital yang semakin maju, kecerdasan buatan (AI) telah membuka banyak peluang baru, terutama dalam dunia pendidikan. AI tidak hanya menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan proses pembelajaran, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan efisien.
Hal ini yang menjadi alasan Mahasiswa PMM UMM Gelombang 1, Kelompok 71, tahun 2024, mengadakan workshop yang ditujukan kepada para guru di Sekolah Dasar Negeri 2 Sumbersuko. Kegiatan ini hanya dihadiri oleh para guru di SD tersebut, dengan total sembilan guru termasuk kepala sekolah yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Workshop ini dilaksanakan dari tanggal 29 Juli hingga 13 Agustus 2024, dengan tiga materi utama yang diberikan dalam tiga minggu. Materi pertama adalah penggunaan Canva AI untuk membuat video pembelajaran, materi dan presentasi PowerPoint dengan cepat.
Materi kedua adalah penggunaan Quizizz AI untuk membuat soal dan menganalisis pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Materi ketiga adalah penggunaan Gemini AI untuk membuat modul pembelajaran serta soal-soal yang mendukung proses belajar. Setiap sesi diisi dengan praktek langsung, sehingga para guru dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh.
Selain memberikan pelatihan, kelompok ini juga menghadirkan pembicara yang berpengalaman di bidang teknologi, terutama internet. Bapak Andreas Setiyono, atau yang biasa dipanggil Coach Andre, menjadi pemateri selama tiga minggu. Materi yang beliau sampaikan sangat berkesan dan memberikan inspirasi baru bagi para guru untuk lebih baik dalam memanfaatkan AI, terutama di bidang pendidikan.
Salah satu guru, Diah Muninggar, S.Pd.I, menyatakan, “Workshop ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat, terutama dalam mempersiapkan bahan ajar, pembuatan soal, dan media pembelajaran yang lebih inovatif. Manfaatnya sangat besar, saya sangat senang sekali!” Beliau juga menyatakan bahwa sudah mulai mempraktikkan materi yang telah diajarkan selama workshop, “Saya sudah mulai mencoba membuat modul pembelajaran menggunakan AI, dan ternyata sangat memudahkan kami. Jadi lebih praktis.”
Kepala sekolah SDN 2 Sumbersuko, Munjida, S.Pd.SD, juga menyampaikan hal yang sama, “Kami sangat senang dengan adanya workshop ini. Guru-guru bisa belajar bersama dan AI ini sangat mempermudah kami dalam proses pembelajaran. Kami menerima pengetahuan yang lebih luas dan menambah wawasan kami dalam teknologi.”
Setelah kegiatan utama selesai, kelompok PMM memberikan plakat kepada Coach Andre sebagai tanda terima kasih atas ilmu yang telah dibagikan. Kegiatan ditutup dengan foto bersama untuk mengabadikan momen yang berharga tersebut.
Penulis: PMM Gelombang 1 Kelompok 71
Editor: Abdul Khair







