Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari kelompok 84 gelombang 8 melaksanakan program Pengabdian Masyarakat (PMM) di MTS 1 Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Fokus utama dari program ini adalah pencegahan stunting di kalangan siswi sekolah melalui distribusi tablet penambah darah. Program yang berlangsung dari 19 Juni hingga 6 Agustus ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan remaja putri dalam mencegah anemia, salah satu faktor penyebab stunting.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Setiap Sabtu, setelah kegiatan senam rutin di sekolah, para siswi MTS 1 Buleleng diberikan tablet penambah darah. Nazwa Naura, koordinator PMM kelompok 84, menjelaskan bahwa program ini terinspirasi dari data kesehatan di daerah Buleleng yang menunjukkan angka anemia yang tinggi di kalangan remaja putri. “Kami ingin memberikan dampak nyata melalui program PMM ini, dan kami melihat bahwa kesehatan adalah kunci penting dalam mencegah stunting di masa depan,” ujar Nazwa.
Para siswi merespon positif program ini. Mereka merasa lebih diperhatikan dan senang dengan adanya upaya dari mahasiswa UMM yang peduli terhadap kesehatan mereka. Salah satu siswi mengatakan, “Saya merasa lebih sehat dan bersemangat mengikuti pelajaran setelah rutin mengonsumsi tablet ini, apalagi dengan banyaknya kegiatan di sekolah.”
Program ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, termasuk para guru dan staf. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMM yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya di sekolah tersebut. Salah satu guru MTS 1 Buleleng menyampaikan, “Program ini sangat bermanfaat karena sebelumnya kami belum pernah melaksanakan kegiatan seperti ini di sekolah.”
Nazwa dan timnya, yang terdiri dari Rozzaliya Amimatul Ifva, Mila Rahmawati, Achmad Ghibran Kahfi, dan Dani Setiawan, berkolaborasi erat dengan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memastikan keberhasilan program ini. Evaluasi rutin dilakukan guna melihat dampak dari konsumsi tablet penambah darah terhadap kesehatan siswi.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk memperhatikan kesehatan siswi sebagai langkah awal pencegahan stunting. Nazwa dan timnya berharap bahwa program ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi remaja putri di daerah tersebut.
Program PMM ini juga menjadi bukti komitmen mahasiswa UMM dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. “Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari program ini, dan berharap bisa terus memberikan kontribusi nyata, terutama dalam bidang kesehatan,” pungkas Nazwa.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan semakin banyak remaja putri yang memperoleh manfaat dan dapat terhindar dari risiko anemia yang berdampak pada masa depan mereka.
Penulis: Nisrina Nabila (Reporter Imparo.net)
Editor: Abdul Khair







