Mahasiswa PMM UMM dari Universitas Muhammadiyah Malang memimpin inisiatif penataan ulang perpustakaan sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik. Langkah ini direspons positif oleh guru dan siswa, menciptakan suasana belajar yang lebih baik. Upaya ini tidak hanya meningkatkan minat baca siswa, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya kebersihan dan keselamatan. Aksi ini memperkuat kontribusi mahasiswa PMM dalam meningkatkan kualitas pendidikan (21/2/2024).
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pengabdian ini di inisiasi oleh PMM kelompok 10 Gelombang 4 tahun 2024. Dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL ) Gina Harventy, SE.,Ak.,M.Si.,CA, kelompok ini beranggotakan Mahasiswa PMM UMM, yang terdiri dari M. Ragat Bawazir (PGSD), Arinda Fitria Nur Aisyah (PGSD), Indah Retnowati (PGSD), M. Irfan Mariadin (Peternakan), dan Sellynda Putri Haryanto (PGSD).
Kegiatan ini awalnya, didasarkan pada kondisi perpustakaan tersebut sangat memprihatinkan, kacau dan tidak terurus, yang menyebabkan minat baca siswa menurun drastis. Melihat hal tersebut, mereka mengambil tindakan dengan membersihkan ruang perpustakaan, merapihkan buku-buku sesuai genre, dan menambahkan stiker-stiker menarik untuk menarik minat baca siswa. “Tujuan kami adalah meningkatkan minat baca siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menarik,” ungkap Indah, salah satu anggota kelompok 10 PMM UMM.
Inisiatif ini diterima dengan baik oleh pihak sekolah dan para siswa. “Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Perpustakaan sekolah kami sekarang menjadi lebih rapi, bersih, dan menarik,” ujar salah satu guru dari SDN Mojolangu 03. Para siswa pun terlihat antusias dengan perubahan yang terjadi, mereka lebih bersemangat dan tertarik untuk mengunjungi perpustakaan.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar perbaikan perpustakaan, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata dari mahasiswa PMM UMM dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Selain penataan perpustakaan, mereka juga memberikan edukasi tentang pentingnya kebersihan dan keselamatan diri kepada siswa. “Kami berharap bahwa dengan adanya edukasi ini, para siswa dapat lebih peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan sekitar,” tambah Arinda.
Kerja keras mereka dalam memperbaiki perpustakaan dan memberikan edukasi kepada siswa diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Melalui upaya ini, PMM UMM tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan belajar yang lebih baik.
Reporter: A. Fauzan
Editor: Abdul Khair







