Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 1 membawa warna baru bagi UMKM di Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Melalui program bertajuk Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence untuk Pengembangan Bisnis Lokal, mereka membantu pelaku usaha lempuk crispi — makanan olahan ikan khas pesisir — agar bisa lebih dikenal luas dengan strategi promosi digital.
Lempuk crispi sendiri merupakan produk khas yang diwariskan turun-temurun, terkenal dengan cita rasa gurih dan tekstur uniknya. Namun, pemasaran yang masih terbatas membuat produk ini kurang dikenal di luar wilayah desa. Menyadari hal tersebut, mahasiswa PMM UMM hadir untuk mendampingi UMKM lokal dalam memperluas jangkauan promosi.
Langkah pertama dimulai dengan wawancara langsung bersama pelaku UMKM. Mahasiswa menggali informasi seputar proses produksi, pengemasan, harga jual, hingga cerita perjuangan mempertahankan kualitas produk. Dari data tersebut, mereka menyusun katalog digital berisi informasi lengkap tentang produk, yang dapat diakses melalui tautan khusus dan dibagikan lewat berbagai platform media sosial.
Tak hanya itu, teknologi kecerdasan buatan (AI) turut dimanfaatkan untuk menciptakan materi promosi yang lebih modern. Desain poster, video singkat, hingga kemasan produk didesain ulang agar lebih menarik, tanpa menghilangkan identitas lokal lempuk crispi.
Pemilik UMKM mengaku sangat terbantu dengan pendampingan ini.“ Dulu penjualan hanya mengandalkan pelanggan sekitar desa. Sekarang banyak orang dari luar daerah mulai memesan, bahkan ada yang datang langsung setelah melihat postingan digital,” ujarnya penuh semangat.
Respon positif juga datang dari masyarakat dan perangkat desa. Mereka menilai kolaborasi mahasiswa dan pelaku usaha lokal menjadi contoh nyata bahwa teknologi mampu menjembatani produk tradisional dengan pasar modern.
“Dengan adanya link promosi ini, harapannya lempuk lokal bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di sini saja,” ungkap salah satu anggota PMM. Mahasiswa lainnya menambahkan, “Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tapi juga bisa terjun ke masyarakat dan membawa dampak nyata dengan teknologi.”
Program PMM UMM ini juga menjadi bentuk implementasi hilirisasi penelitian kampus. Lebih dari sekadar pengabdian, kegiatan ini menunjukkan bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan. Melalui ide-ide kreatif mahasiswa, produk lokal yang sebelumnya hanya berputar di lingkup kecil kini memiliki peluang menembus pasar regional bahkan nasional.
Kontributor: Deni Aulia
Editor: Iqbal Syahsaputra







