Imparo.net

Mahasiswa PMM UMM Ajak Siswa SMPN Gunungsari 04 Lawan Bullying dengan Karya Film

Kelompok 3 Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan program pencegahan bullying di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Program tersebut diwujudkan melalui lomba pembuatan film pendek bertema Anti Bullying yang diikuti seluruh siswa SMPN Satu Atap Gunungsari 04 kelas VII hingga IX.

Gagasan kegiatan ini muncul dari salah satu anggota kelompok, Joe, yang menilai bullying merupakan masalah serius remaja. Melalui karya film, para siswa diajak menyampaikan pandangan mereka sendiri tentang bullying sekaligus pesan saling menjaga antar teman sebaya.

Koordinator kelompok, Afril, menjelaskan pendekatan lewat film lebih efektif dibanding ceramah panjang. “Visual dan cerita membuat siswa bisa mengekspresikan pengalaman nyata, baik sebagai korban maupun saksi bullying,” ujarnya.

Film-film yang dihasilkan siswa menampilkan beragam sudut pandang, mulai dari luka emosional korban hingga pentingnya dukungan dari teman. Menurut Rifqah, anggota kelompok PMM, langkah kecil ini diharapkan bisa menginspirasi banyak pihak. “Melawan bullying tidak harus dengan seminar besar, tapi bisa melalui karya sederhana yang dekat dengan dunia remaja,” katanya.

Selain sebagai media ekspresi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bersama. Guru-guru SMPN Satu Atap Gunungsari 04 menyambut baik inisiatif tersebut karena mampu membuka ruang diskusi baru antara siswa dan pendidik. Beberapa guru bahkan menilai film pendek yang dibuat siswa dapat menjadi bahan pembelajaran untuk tahun-tahun berikutnya.

Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Dini Kurniawati, S.T., M.T., memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa bisa menghadirkan solusi sosial melalui pendekatan kreatif. “Ini bentuk sinergi antara pengabdian masyarakat dan pendidikan yang berdampak langsung pada siswa,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMM berharap semangat anti bullying terus hidup di lingkungan sekolah. Mereka mendorong agar sekolah maupun masyarakat sekitar dapat melanjutkan gerakan ini, baik melalui diskusi kelas, kegiatan seni, maupun kebijakan sekolah yang ramah anak. Harapannya, remaja di Dusun Brau dapat tumbuh di ruang aman, terbebas dari perundungan, serta memiliki keberanian untuk saling melindungi.

Kontributor: Rifqah Aliyah

Editor: Iqbal Syahsaputra

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait