Kelompok 31 Gelombang 9 dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan penyuluhan bertema pentingnya nutrisi dan pencegahan stunting di TK Islam Maulayya, Desa Pucangsongo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak-anak, sekaligus memperkenalkan langkah-langkah pencegahan stunting yang berdampak serius pada masa depan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di TK Islam Maulayya ini diinisiasi oleh lima mahasiswa UMM, yaitu Nanda Lukitasari Wahyuningtias, Shelly Widyatna Maheswari, Siti Chilyatul Zahroh, Rista Wahyuni, dan Maya Zakiyah, di bawah bimbingan Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd.
Mereka menekankan pentingnya pemberian nutrisi yang seimbang sejak dini sebagai fondasi kesehatan fisik dan perkembangan kognitif anak. Nutrisi yang memadai, menurut mereka, tidak hanya membantu tumbuh kembang anak secara optimal, tetapi juga mendukung sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dan prestasi akademis yang lebih unggul.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Salah satu fokus utama dari penyuluhan ini adalah penjelasan mengenai stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kurangnya asupan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan mereka, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. “Stunting bukan hanya mempengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan belajar dan produktivitas anak di masa depan,” jelas salah satu mahasiswa.
Para mahasiswa juga menyampaikan dampak jangka panjang stunting, seperti kesulitan belajar dan rendahnya prestasi akademis yang berpotensi menurunkan kualitas hidup di masa dewasa. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dimulai dari rumah dengan memastikan asupan gizi yang cukup dan seimbang setiap harinya.
Dalam penyuluhan ini, mahasiswa memberikan panduan praktis kepada orang tua tentang pemilihan makanan yang baik untuk anak-anak. Mereka menjelaskan peran penting dari berbagai nutrisi, seperti protein yang dapat ditemukan dalam telur, ikan, dan kacang-kacangan untuk mendukung pertumbuhan otot dan regenerasi jaringan. Selain itu, vitamin dan mineral dari sayuran hijau, buah-buahan, serta daging merah juga diperlukan untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memproduksi darah.
Tidak hanya teori, mahasiswa juga memberikan contoh menu harian yang mudah diterapkan di rumah. Salah satu contoh menu yang disarankan adalah nasi dengan sayur bayam dan telur dadar, sup ayam dengan sayuran, serta bubur kacang hijau. Setiap menu ini dirancang untuk memberikan asupan gizi yang lengkap dan seimbang, sesuai dengan kebutuhan anak-anak agar mereka dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga mengajak para orang tua untuk lebih proaktif dalam menjaga pola makan anak-anak mereka. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya nutrisi dan pencegahan stunting, mahasiswa PMM UMM berharap angka stunting di Indonesia dapat ditekan, terutama di daerah-daerah pedesaan yang sering kali kurang mendapat akses informasi kesehatan yang memadai.
“Kami berharap melalui penyuluhan ini, orang tua dapat memahami pentingnya memberikan nutrisi yang cukup dan seimbang, serta bagaimana stunting bisa dicegah sejak dini,” ujar salah satu anggota kelompok. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang efektif untuk menurunkan angka stunting di Desa Pucangsongo dan daerah sekitarnya.
Penulis: PMM Gelombang 9 Kelompok 31
Editor: Abdul Khair







