Kelompok 81 gelombang 6 dari Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM), menggelar program sosialisasi budaya cuci tangan di TK Sunan Giri 2 Baru. Prisna Sri Endah Sulastri, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran murid mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Melalui pengamatan awal, Prisna dan timnya menemukan bahwa banyak murid yang kurang peduli terhadap kebersihan tangan. Karena banyak anak yang membersihkan tangannya ke baju, tembok, atau bahkan tidak mencuci tangan saat hendak makan. Menurutnya Ini sangat berisiko menimbulkan penyakit seperti diare.
Kesadaran akan pentingnya kebersihan tangan inilah yang menjadi landasan bagi Prisna dan tim PMM untuk menciptakan program yang mengedukasi murid tentang cara cuci tangan yang benar. Mereka berharap dengan adanya program ini, para murid dapat terbiasa mencuci tangan dengan baik dan benar setiap hari. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak ini tumbuh di lingkungan yang sehat, bebas dari penyakit yang bisa dihindari dengan kebersihan sederhana” jelasnya.
Program ini dilaksanakan setiap hari, mulai dari tanggal 22 Juli hingga 16 Agustus. Dalam kegiatan tersebut, Prisna dan timnya memberikan contoh langsung kepada para murid mengenai cara mencuci tangan yang benar.
“Kami mengajarkan langkah-langkah sederhana seperti membasuh tangan dengan sabun, menggosok di antara jari-jari, dan membilas dengan air bersih, mereka sangat antusias saat mencuci tangan karena dilakukan dengan bersama-sama,” kata prisna.
Setelah diberikan contoh, para murid diajak untuk mempraktikkan cara cuci tangan tersebut secara langsung. Hal ini dilakukan agar para murid tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga terbiasa melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari observasi yang dilakukan, Prisna dan timnya melihat bahwa para murid mulai mengimplementasikan ilmu yang diberikan. Mereka menjadi lebih memperhatikan kebersihan tangan dan juga lingkungannya. “Kami melihat perubahan nyata. Anak-anak sekarang lebih rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan,” kata Prisna dengan bangga.
Para guru di TK Sunan Giri 2 Baru juga memberikan respon positif terhadap program ini. Menurut mereka, program yang dilaksanakan oleh mahasiswa UMM ini sangat membantu menyadarkan para murid akan pentingnya menjaga kesehatan.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari mahasiswa UMM. Program ini sangat bermanfaat dan membantu kami dalam mendidik anak-anak tentang pentingnya kebersihan” ujar salah satu guru.
Melalui program ini, Prisna dan timnya berharap bahwa budaya cuci tangan yang baik dan benar bisa terus dilanjutkan oleh para murid, bahkan setelah program PMM berakhir. Prisna mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan generasi muda . “Ini bukan hanya tentang program selama beberapa minggu, tetapi tentang membentuk kebiasaan baik yang akan mereka bawa hingga dewasa” tutup Prisna.
Penulis: Nisrina Nabila (Reporter Imparo.net)
Editor: Abdul Khair







