Identitas Buku
Judul: Guru: Mendidik itu Melawan!
Penulis: Eko Prasetyo
Tahun Terbit : 2006
Penerbit: Resist Book
Tebal Buku: 206 Halaman
Buku “Guru: Mendidik Itu Melawan!” membuka pintu wawasan terhadap tantangan guru dalam melawan status quo. Dalam resensi ini, saya menemukan sudut pandang baru yang kemudian dipahami menggunakan pemikiran Paulo Freire, seorang filsuf pendidikan terkenal, untuk membuka wawasan lebih lanjut terhadap dinamika perubahan dalam dunia pendidikan.
Seiring dengan kata-kata Eko Prastyo, pembaca diajak untuk memahami kerumitan hambatan institusional, resistensi terhadap perubahan, dan pemikiran kritisisme ala Paulo Freire yang mengemuka dalam karya ini. Sebuah panggilan tajam untuk menjelajahi makna sebenarnya di balik peran guru, tidak hanya sebagai penyampai pengetahuan, tetapi sebagai agen perubahan yang memimpin menuju pembebasan melalui pendidikan.
Dalam resensi ini, kita akan menelusuri esensi buku ini, merinci setiap lapisan tantangan yang dihadapi guru dan bagaimana pandangan Freire membuka jalan menuju pendidikan yang membebaskan.
Paradigma pendidikan konvensional: menilik tantangan guru
Pendidikan Indonesia, seperti yang kita pahami, memiliki aspek tradisional yang sering menjerat guru dalam kerangka kerja yang tidak begitu reseptif terhadap kebutuhan siswa yang beragam. Eko menjelaskan bagaimana kesulitan-kesulitan ini menumbuhkan lingkungan yang kurang kondusif bagi inovasi dan kreativitas guru. Menurut perspektif Freire, ini adalah manifestasi dari pendidikan gaya ramah, di mana pengetahuan diberikan sambil mempertimbangkan kekhasan dan persyaratan setiap siswa.
Sejalan dengan gagasan pendidikan gaya ramah yang dianjurkan oleh Freire, Eko menjelaskan dinamika menantang tatanan yang mapan ketika lembaga pendidikan masih terpaku pada model konvensional. Freire, melalui sudut pandang berpikir kritisnya, menawarkan pemeriksaan komprehensif tentang perbedaan dalam proses penyebaran pengetahuan, menyoroti bahwa hambatan ini memerlukan struktur pendidikan yang perlu diubah.
Menghadapi tantangan dalam melawan status quo pendidikan
Eko menjelaskan bagaimana keengganan terhadap konsep perubahan sering menghambat upaya guru untuk membangun suasana belajar yang lebih bersemangat. Freire menekankan pentingnya pemikiran analitis dalam memahami kebenaran sosial dan politik. Guru yang ingin menentang keadaan saat ini harus membekali siswa dengan kemampuan untuk meneliti dunia mereka dengan cermat.
Menurut penjelasan Eko dan perspektif Freire, kerumitan dalam pendidikan muncul sebagai kesulitan yang signifikan. Eko dalam literaturnya juga menonjolkan berbagai uji coba yang terkait dengan kebijakan, penentangan terhadap modifikasi, dan antisipasi sehari-hari yang dihadapi guru.
Guru dan peran pembebasan
Ketika dipahami dalam diskusi ini, Freire menambahkan aspek penting dengan menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya tentang pertukaran pengetahuan tetapi juga membangun pemahaman kritis tentang dunia. Pendidikan bukan hanya prosedur menyimpan dan menarik pengetahuan dari siswa, melainkan menciptakan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, menyusun strategi pemahaman mereka sendiri, dan berkontribusi pada prosedur pembelajaran kolektif.
Meringkas ide-ide Prastyo dan Freire, saya mengamati bahwa buku “Guru: Mendidik itu Melawan!” dan teori pendidikan gaya bank menyajikan perspektif yang kuat tentang kompleksitas dan kesulitan pendidikan.
Pendidik dihadapkan pada tugas monumental memerangi status quo yang sudah mapan, meresapi gagasan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya tentang mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga membangun pemahaman kritis dan pembebasan. Melalui introspeksi dan tindakan kolaboratif, pendidik dapat membuka jalan menuju pendidikan yang lebih inklusif, kritis, dan membebaskan.
Penulis: Abdul Khair
Editor: Ahmad Fauzan A.







