Di era globalisasi saat ini, bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting yang sebaiknya dikuasai sejak dini. Melalui kemampuan berbahasa, anak-anak dapat memperluas wawasan, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus membuka peluang lebih luas di masa depan. Menyadari pentingnya hal tersebut, tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang menghadirkan program English Learning bagi siswa kelas VI SDN 1 Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Program ini tidak hanya berfokus pada teori, melainkan lebih menekankan pada praktik langsung yang sederhana dan menyenangkan. Dengan metode interaktif, para siswa diajak berlatih reading dan speaking dalam suasana belajar yang akrab. Mereka belajar memperkenalkan diri, menyapa, hingga mencoba berkomunikasi dengan temannya menggunakan bahasa Inggris.
Materi yang diberikan disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak, seperti penggunaan dasar to be (I am, He/She/It is, You/We/They are), serta pengenalan Verb 1 dan Verb 2. Untuk melatih pemahaman tersebut, siswa diajak berdialog singkat bersama teman sebangku, lalu tampil memperkenalkan diri di depan kelas. Tujuannya sederhana: membiasakan mereka berani berbicara dan percaya diri saat menggunakan bahasa Inggris.
Amira, salah satu siswi kelas VI, mengungkapkan pengalamannya, “Awalnya saya takut untuk perkenalan diri, apalagi speaking saya kurang. Tetapi kakak-kakak selalu support saya agar berani maju. Akhirnya saya memberanikan diri, dan setelah tampil saya dapat hadiah karena berani maju. Terima kasih kakak.”
Selain berbicara, anak-anak juga berlatih membaca melalui video story telling. Setelah itu, mereka diminta membaca teks secara bergiliran per deret, lalu bersama-sama mencari kata kerja (Verb 1 dan Verb 2) serta memahami penggunaan to be dalam kalimat. Metode ini tidak hanya melatih keterampilan membaca, tetapi juga melatih kejelian anak-anak dalam mengenali struktur bahasa. Alvin, salah satu siswa, bahkan mengatakan, “Saya suka bagian Verb 1 dan Verb 2, soalnya kayak main tebak-tebakan kata. Ada yang gampang ditebak, ada juga yang susah. Jadi seru belajarnya.”
Kesan positif juga disampaikan oleh wali kelas VI, Pak Arif. Ia menilai anak-anak terlihat sangat antusias dengan cara belajar yang santai dan penuh praktik. “Biasanya mereka hanya membaca di buku, tapi dengan metode ini mereka bisa langsung praktik berbicara. Anak-anak kami sangat butuh pengalaman belajar yang berbeda, yang membuat mereka aktif dan percaya diri. Kalau belajar sambil praktik seperti ini, hasilnya pasti lebih terasa,” ujarnya.
Program English Learning ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa SDN 1 Tawangsari untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Dengan dukungan guru, sekolah, dan pendampingan mahasiswa, anak-anak belajar bahwa bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan keterampilan yang bisa dilatih melalui pengalaman sehari-hari.
Kontributor: Oktavia Bellananda
Editor: Iqbal Syahsaputra







