Imparo.net

Dukung Ekonomi Desa, Mahasiswa PMM UMM Ajarkan Branding dan Digitalisasi Produk di Desa Tawangsari Pujon

Dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Workshop Digitalisasi dan Branding Produk Tani & UMKM. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan nilai jual produk pertanian dan usaha kecil menengah, sekaligus mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian UMM kepada masyarakat desa.

Mengusung tema “Penguatan Peran Masyarakat melalui Digitalisasi dan Branding Produk”, workshop ini menghadirkan materi seputar digital marketing dan strategi branding. Salah satu fokus utama adalah pembuatan logo usaha sebagai identitas visual yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Kegiatan yang diadakan di Balai Desa Tawangsari ini diikuti oleh 12 peserta, sebagian besar merupakan petani muda dan pemilik UMKM lokal.

Para mahasiswa memberikan materi berupa penjelasan sekaligus demonstrasi mengenai desain logo dan pemasaran digital. Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktek langsung yang dilakukan dalam dua pertemuan berbeda, yaitu pembuatan desain logo kemasan dan pembuatan QRIS untuk mempermudah transaksi digital. Sesi praktek ini mendapat perhatian besar dari warga karena menyesuaikan dengan kesibukan mereka sehari-hari.

Oktavia Bellananda, selaku Koordinator PMM kelompok ini, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha lokal. “Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi masyarakat Desa Tawangsari untuk lebih percaya diri memasarkan produk, sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha ke depannya,” ujarnya.

Dalam proses praktek, peserta diminta memilih palet warna dan model desain sesuai karakter produk masing-masing. Beberapa warga kemudian membuat logo secara mandiri dengan pendampingan langsung dari tim PMM yang terdiri dari Bella, Rini, Lili, Aisyah, dan Aurel. Logo yang dihasilkan kemudian disempurnakan bersama agar tampak lebih menarik dan sesuai dengan identitas usaha yang dimiliki.

Apresiasi positif datang dari warga desa. Nabil, salah satu pemilik UMKM, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami, terutama saya, sangat berterima kasih kepada kakak-kakak KKN UMM yang telah memberikan pelatihan bermanfaat ini. Pelatihan dan praktek ini sangat membantu saya mempersiapkan usaha baru yang akan saya kelola. Hasil desain yang dibuat juga bagus-bagus, pokoknya mantap sekali,” katanya dengan penuh semangat.

Hal senada juga disampaikan Faiz, seorang petani muda yang turut mengikuti praktek. “Workshop ini sangat seru dan penyampaian materinya menarik karena dibawakan dengan cara yang asik. Saat saya bertanya pun dijelaskan dengan detail, lalu ketika praktek kami benar-benar diajarkan sehingga mudah dipahami,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata konsep “PMM Berdampak”, di mana mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi secara langsung proses kreatif warga. Dengan keterlibatan aktif tersebut, keterampilan yang diberikan dapat segera diterapkan dan memberi manfaat jangka panjang bagi pengembangan ekonomi desa. Melalui digitalisasi dan branding, masyarakat Desa Tawangsari diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren pemasaran, sekaligus lebih siap menghadapi tantangan era digital.

Kontributor: Oktavia Bellananda

Editor: Iqbal Syahsaputra

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait