Imparo.net

Mahasiswa PMM UMM Khusus Perkuat Literasi dan Data Wakaf di 15 Desa Poncokusumo

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam program PMM Khusus (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) melaksanakan dua kegiatan utama di Kecamatan Poncokusumo. Mereka membantu sensus tanah wakaf di 15 desa di bawah naungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sekaligus menghadirkan program literasi kreatif melalui pendirian Pojok Baca di Desa Wonomulyo.

Sensus tanah wakaf dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi khusus yang sebelumnya telah diajarkan oleh BPN. Data yang berhasil dihimpun langsung dikirimkan ke pihak BPN sebagai bahan tindak lanjut, termasuk mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf. Ramadani Nur Pratiwi, selaku koordinator PMM Khusus, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bermanfaat bagi BPN, tetapi juga menjadi kesempatan belajar baru bagi mahasiswa. “Kami berupaya membantu BPN dalam pendataan tanah wakaf agar lebih tertata dan terjamin keberlanjutannya. Sebagai mahasiswa, kami pun mendapatkan pengetahuan baru terkait proses ini,” ujarnya.

Selain program administratif tersebut, mahasiswa juga merancang kegiatan edukatif melalui Pojok Baca. Posko tim PMM yang berada di rumah Bu Iin di Desa Wonomulyo menjadi pusat aktivitas literasi anak-anak setempat. Setiap sore, anak-anak berkumpul untuk membaca buku cerita, belajar bersama, hingga berdiskusi santai. Antusiasme tak hanya datang dari anak-anak, tetapi juga dari para orang tua yang melihat manfaat jangka panjang kegiatan ini. “Anak-anak sangat senang. Membaca bisa membuka dunia dan mengasah imajinasi mereka—ini investasi berharga untuk masa depan,” kata Bu Iin penuh semangat.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pihak pemerintah lokal. Pak Fahmi, perangkat Kecamatan Poncokusumo, menilai inisiatif mahasiswa memberikan dua manfaat sekaligus. “Pendataan wakaf amat penting secara administratif, sementara keberadaan pojok baca menjadi jembatan bagi anak-anak untuk tumbuh cerdas dan kreatif. Saya sangat mengapresiasi langkah mahasiswa ini,” ungkapnya.

Ke depan, tim PMM Khusus berencana mengembangkan pojok baca dengan beragam kegiatan tambahan seperti dongeng interaktif, workshop menggambar, hingga lomba bercerita. Ramadani menuturkan, “Pojok baca ini bisa menjadi pintu masuk budaya literasi di desa, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berkualitas untuk bangsa.”

Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat membuat program ini menjadi contoh nyata bahwa pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Melalui sensus tanah wakaf dan pojok baca, mahasiswa UMM menunjukkan bahwa peran akademisi dapat membawa manfaat administratif sekaligus edukatif, memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat Poncokusumo.

Kontributor: Tiwi

Editor: Iqbal Syahsaputra

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait