Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kabupaten Mojokerto, dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan patung ukir. Dalam rangka mendukung pengembangan industri lokal ini, kelompok 110 Gelombang 1 dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat setempat memasarkan produk patung ukir secara online melalui e-commerce, pemasaran digital, dan platform media sosial.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Program PMM kali ini diinisiasi oleh kelompok 110 Gelombang 1 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nur Putri Hidayah, A.MD., SH., MH. Kelompok ini terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Muhammad Faizul Azzam, Muhammad Vito, Muhammad Riski Dewantara, Zora Ilmiya Shall, dan Reva Dian Chalesty.
Dalam era teknologi yang terus berkembang, penting bagi masyarakat untuk mengidentifikasi dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif guna meningkatkan penjualan patung ukir, baik di pasar domestik maupun internasional. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kehadiran produk patung ukir dari Desa Watesumpak secara global dan meningkatkan aksesibilitasnya melalui platform online. Literasi dan pendampingan dilakukan oleh kelompok 110 ini demi kepentingan bersama, mengingat Desa Watesumpak memiliki warisan seni patung ukir yang sangat berharga.
Faizul, selaku koordinator kelompok 110, menjelaskan, “Produk patung ukir ini memiliki keuntungan yang relatif kecil jika hanya dijual di pasar domestik. Namun, jika dipasarkan ke pasar internasional, keuntungan yang diperoleh bisa berlipat ganda dibandingkan dengan penjualan di pasar domestik.”
Salah satu program unggulan dari kelompok ini adalah meningkatkan keamanan pengemasan patung ukir agar dapat dikirim dengan aman ke lokasi yang jauh. Program ini dirancang dengan pemahaman mendalam tentang tantangan dan persyaratan pengiriman internasional, bertujuan untuk mengembangkan solusi kemasan yang inovatif dan efisien. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, mengurangi risiko kerusakan produk selama pengiriman, serta memperluas pasar potensial untuk patung ukir dari Desa Watesumpak.
Pak Wawan, pemilik usaha patung ukir di desa tersebut, menyampaikan apresiasinya, “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian ini. Para peserta memberikan banyak ide segar dan inovasi yang bisa kami terapkan dalam produksi dan pemasaran. Kami berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut dan membawa Javastone Art semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.”
Seorang pekerja patung ukir juga menyatakan pendapatnya, “Kedatangan kelompok mahasiswa PMM ini memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana memasarkan produk patung ukir ke pasar internasional. Edukasi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat lebih memajukan perekonomian dan kualitas hidup warga Desa Watesumpak. Saya yakin, jika kita tidak menyepelekan informasi dan mau mencoba banyak hal baru, kita bisa meraih harapan yang kita inginkan.”
Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat RW 03 Kelurahan Mergosono memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Low Back Pain dan mampu melakukan langkah-langkah pencegahan yang efektif.
Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi angka kejadian Low Back Pain dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan. Kegiatan PMM ini juga merupakan wujud nyata dari hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang, yang diaplikasikan langsung untuk kesejahteraan masyarakat.
Penulis: PMM Gelombang 1 Kelompok 110
Editor: Bintang







