Mengubah limbah menjadi solusi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Kelompok 38 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Gelombang 6 melakukan aksi kreatif dengan mendaur ulang galon bekas menjadi tempat sampah yang penuh warna di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Kalisongo. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep daur ulang kepada anak-anak sejak usia dini dan memberikan mereka pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kelompok pengabdian ini di bimbing oleh Sri Sunaringsih Ika Wardojo, SKM, M.PH., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan memiliki anggota kelompok yang terdiri dari terdiri dari Zhaneba Nurin Eka Carita (202210040311436), Naomi Aulia Thoryansah (202210360311233), Dinda Ayu Mutiara (202210040311317), Maisya Wahidah Rahmah (202210040311356), dan Verlanda Putri Asparingga (202210040311358).
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Galon-galon bekas yang biasanya berakhir sebagai sampah kini berubah fungsi menjadi tempat sampah yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik dengan desain yang cerah dan ramah anak. Dengan sentuhan kreatif dari para mahasiswa, tempat sampah ini dirancang agar sesuai dengan lingkungan sekolah yang penuh warna.
Ketua Kelompok 38 PMM UMM, Zhaneba Nurin Eka Carita, menjelaskan bahwa proyek ini tidak sekadar tentang pembuatan tempat sampah, tetapi juga bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya daur ulang dan kebersihan lingkungan. “Kami ingin anak-anak TK Dharma Wanita Persatuan 1 Kalisongo memahami bahwa limbah plastik seperti galon bisa diolah kembali menjadi barang yang berguna. Ini juga bagian dari usaha kami untuk mengajarkan mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini,” kata Eba.
Ibu Lina, Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Persatuan 1 Kalisongo, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa UMM ini. “Tempat sampah dari galon bekas ini sangat bermanfaat untuk mengajarkan anak-anak tentang kebersihan dan cara mendaur ulang barang. Kami berharap kegiatan ini dapat menanamkan kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan,” ujarnya.
Dalam proses pembuatan tempat sampah, para mahasiswa melibatkan guru dan siswa TK, memberikan mereka kesempatan untuk belajar langsung tentang daur ulang. Partisipasi ini diharapkan dapat membangun kebiasaan menjaga kebersihan baik di sekolah maupun di rumah.
“Kami memilih cat yang aman bagi anak-anak dan menggunakan warna-warna cerah seperti kuning, hijau, dan biru agar tempat sampah ini menarik perhatian mereka,” tambah Eba. “Dengan desain yang ramah anak, kami berharap tempat sampah ini dapat mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.”
Selain pembuatan tempat sampah, kelompok PMM 38 juga menyelenggarakan penyuluhan singkat tentang pemilahan sampah kepada siswa. Anak-anak diajarkan perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta cara memisahkannya, lalu mereka mempraktikannya menggunakan tempat sampah yang telah dibuat.
Verlanda Putri Asparingga, salah satu anggota kelompok, menekankan pentingnya penyuluhan ini untuk masa depan anak-anak. “Kami ingin mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan tempat sampah yang berguna, tetapi juga memberikan dampak positif bagi komunitas sekolah. Kelompok PMM UMM 38 berharap bahwa aksi kecil ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas.
Dengan adanya tempat sampah dari galon bekas ini, diharapkan TK Dharma Wanita Persatuan 1 Kalisongo dapat menjadi lebih bersih dan anak-anak semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini.
Penulis: PMM Gelombang 6 Kelompok 38
Editor: Abdul Khair







