Imparo.net

Mahasiswa UMM Manfaatkan Tanaman Toga untuk Turunkan Hipertensi di Desa Karanganyar

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Gelombang 1 Kelompok 108, menginisiasi program pemanfaatan tanaman toga untuk menurunkan tingkat hipertensi di Desa Karanganyar. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Karanganyar dan melibatkan ibu-ibu PKK setempat dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat dan pemanfaatan herbal tradisional untuk kesehatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

Program ini juga merupakan bagian dari upaya mahasiswa PMM dalam mengatasi tingginya angka hipertensi di desa tersebut. Dipimpin oleh Muhammad Rizky sebagai koordinator, dengan anggota Nova Ramadhanita, Nadya Eka Shelomita, Nadia Notaviana Nur W., dan Ryan Bayu Putranto, mereka mengadakan kegiatan edukasi mengenai pengelolaan tanaman toga sebagai solusi herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Berdasarkan data yang ada, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 25,8% pada penduduk usia di atas 18 tahun, dan secara global mencapai angka 74,5 juta jiwa. Kondisi ini disebabkan oleh minimnya pemahaman masyarakat akan pola hidup sehat dan rendahnya kesadaran akan pentingnya mencegah penyakit sejak dini. Hal ini mendorong mahasiswa PMM untuk melakukan edukasi dan memberikan solusi konkret berupa pemanfaatan herbal yang berasal dari tanaman toga.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi tentang manfaat jahe dan kayu manis sebagai bahan utama dalam ramuan herbal untuk menurunkan hipertensi. Ibu-ibu PKK diajarkan cara membuat rebusan jahe dan kayu manis dengan langkah-langkah sederhana, diharapkan mampu membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain mudah ditemukan, tanaman toga ini juga terjangkau dan efektif, sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat secara luas.

Menurut Rizky, ketua kelompok, “Kami berharap melalui program ini, masyarakat dapat lebih peka terhadap kesehatan mereka dan lebih aktif menggunakan bahan-bahan alami sebagai upaya preventif maupun kuratif untuk hipertensi. Tanaman toga adalah warisan nenek moyang yang sangat berguna jika dimanfaatkan dengan tepat.”

Program ini juga disambut baik oleh perangkat desa dan para peserta yang merasakan manfaat langsung dari edukasi yang diberikan. Dengan adanya intervensi semacam ini, diharapkan masyarakat Desa Karanganyar, terutama kalangan ibu-ibu PKK, dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah dan mengatasi hipertensi.

Penulis: PMM Gelombang 1 Kelompok 108

Editor: Abdul Khair

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait