Imparo.net

PMM UMM Membuat Bak Sampah Dari Barang Bekas Sebagai Inovasi Ramah Lingkungan

Pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan yang terjadi dalam upaya pelestarian lingkungan. Dikarenakan di desa pakong tepatnya di Dusun Sumber Bintang dan di Dusun Duko Timur sendiri belum tersedia bak sampah maka dari itu kelompok kami berinisiatif membuatkannya dengan memanfaatkan barang bekas. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa dari Program Pengabdian Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 93 Gelombang 8 berinovasi membuat bak sampah yang ramah lingkungan yang bertulisan sampah organik dan non organik (28/02/2024)

Bak sampah ramah lingkungan yang menggunakan barang bekas ini dibuat sebagai upaya untuk mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Dengan menggunakan bahan daur ulang, mahasiswa PMM UMM mencoba memberikan edukasi dan penerapan agar lebih peduli terhadap lingkungan serta masyarakat bisa membedakan antara sampah organik (sampah basah) dan non organik (sampah kering)

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kelompok 93 gelombang 8 di bawah dosen pembimbing lapangan (DPL) Chalimatuz Sa’diyah,SE., MM. yang terdiri dari 5 orang mahasiswa yang berasal dari Program Studi yang ada di Universitas Muhammadiyyah Malang, yang lebih tepatnya Prodi Manajemen (Moh. Felix Anjasyah), Manajemen (Mohammad Zindani Ridho), Manajemen (Dimas Aditya Mulyda Hidayat), Manajemen (Bella Cantika Permatasari), Dan Hukum (Fidelia Meishira).

Salah satu anggota PMM UMM, Dimas Aditya Mulyda Hidayat, menjelaskan bahwa bak sampah ini dibuat menggunakan bahan dari barang bekas dan ramah lingkungan. “Kami menggunakan bahan seperti kayu bekas, triplek bekas plavon, dan galon plastik bekas untuk membuat bak sampah ini. Tujuannya agar kita bisa mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Proses pembuatan bak sampah ini melibatkan masyarakat sekitar. Mahasiswa PMM UMM memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan cara membuat bak sampah Organik dan Non Organik.

Menurut Bapak Darut Tamam selaku Kepala Dusun, yang turut serta dalam pembuatan bak sampah ini, upaya yang dilakukan oleh mahasiswa PMM UMM sangat bagus bagi kelestarian Desa Pakong. “Kami merasa terbantu dengan adanya pembuatan bak sampah ini. Selain bisa mengurangi sampah plastik, kita juga jadi lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Dengan adanya inisiatif seperti ini, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah bisa semakin meningkat. Mahasiswa PMM UMM berharap agar kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan. 

Melalui program kerja PMM UMM membuktikan bahwa perubahan yang positif dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Diharapkan dengan adanya bak sampah yang kami buat ini, lingkungan sekitar dapat terjaga dengan lebih baik

Penulis: PMM kelompok 93 gelombang 8  tahun 2024

Editor: Abdul Khair

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait