Kelompok Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 99 menciptakan terobosan unik dengan memperkenalkan metode pengajaran berbasis cerita yang diberi judul “Sisi dan Dodo.” Program ini, yang dirancang khusus untuk siswa kelas 2-3 SD di SDN 1 Wonodadi, menggabungkan pendidikan dengan hiburan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, lima mahasiswa UMM berhasil mengubah suasana kelas menjadi petualangan menarik yang membuat anak-anak lebih antusias belajar.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Dipimpin oleh Affan, seorang mahasiswa jurusan Teknik Sipil, kelompok ini melihat tantangan yang dihadapi oleh guru-guru SD dalam mempertahankan perhatian dan konsentrasi siswa selama proses pembelajaran. Siswa kelas 2 dan 3 SD cenderung cepat bosan dengan metode pengajaran konvensional. Oleh karena itu, kelompok PMM ini menciptakan “Sisi dan Dodo”, sebuah cerita yang menggabungkan unsur edukasi dengan petualangan yang menarik.
Cerita ini berkisah tentang Sisi, seorang gadis kecil yang gemar berpetualang, dan Dodo, seekor beruang yang pandai berbicara. Melalui petualangan mereka, siswa diajak untuk belajar materi pelajaran dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Metode ini mulai diterapkan sejak awal Agustus 2024. Dalam beberapa minggu pertama, kelompok PMM rutin mengadakan sesi bercerita di kelas-kelas, sambil mengamati perkembangan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.
Tidak hanya fokus pada pemahaman akademis, cerita “Sisi dan Dodo” juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan, sehingga siswa tidak hanya belajar tetapi juga tumbuh dengan kesadaran lingkungan yang kuat.
“Salah satu tantangan dalam mengajar siswa SD adalah menjaga konsentrasi mereka selama pelajaran. Dengan metode cerita ini, kami melihat peningkatan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran,” ungkap seorang guru di SDN 1 Wonodadi.
Hasil dari implementasi metode ini sangat positif. Siswa yang awalnya sulit berkonsentrasi kini lebih antusias mengikuti pelajaran. Mereka lebih terlibat dalam kegiatan belajar, dan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman materi. Salah satu siswa kelas 2, yang ditanyai tentang pengalamannya belajar melalui metode cerita, mengungkapkan, “Seru sekali, Kak! Saya jadi lebih semangat belajar kalau ada cerita seperti ini.”
Melihat keberhasilan ini, kelompok PMM 99 berencana untuk menyebarluaskan metode pengajaran berbasis cerita ini ke sekolah-sekolah lain, terutama di daerah terpencil. Mereka juga sedang mempersiapkan modul pelatihan untuk para guru, agar metode ini dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap metode ini tidak hanya membantu anak-anak SD dalam memahami materi pelajaran, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Ini adalah langkah kecil yang diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi masa depan pendidikan dan lingkungan di Indonesia,” ujar Affan, ketua kelompok PMM 99.
Editor: Abdul Khair







