Imparo.net

Membangun Harapan dan Kesejahteraan Mahasiswa dan Implementasi Token Ekonomi di Panti Asuhan Yasibu

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), membangun kemandirian dan tanggung jawab pada anak-anak Panti Asuhan Yasibu melalui intervensi psikologis token ekonomi. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh keceriaan dari peserta yang terdiri dari anak asuh panti asuhan tersebut (02/03/2024).

Kegiatan PMM ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian yang dilakukan oleh UMM. Mahasiswa UMM memahami tanggung jawab mereka terhadap masyarakat dengan mengintegrasikan penerapan konsep token ekonomi di Panti Asuhan Yasibu ke dalam program PMM.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang di inisiasi oleh PMM kelompok 9 gelombang 29 tahun 2024. Dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir Denar Regata Akbi, S.Kom., M.Kom. Kelompok  yang beranggotakan lima orang yakni Ardina Aura Diva Natasyia, Syarifah Nadya, Nurfitriah, Ivan Winda Kusuma dan Muhammad Farisi Ardiansyah.

Dalam konteks psikologi, token ekonomi merujuk pada sebuah sistem penghargaan yang menggunakan token sebagai imbalan atau penguatan positif terhadap perilaku yang diinginkan. Dalam sistem token ekonomi, token diberikan kepada individu sebagai imbalan atas perilaku tertentu yang diinginkan atau prestasi yang mereka capai.

Token tersebut dapat berupa koin, bintang atau yang lainnya. Token tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah atau hak istimewa sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Ide penerapan token ekonomi ini muncul, ketika para anggota kelompok 29 gelombang 9 PMM Universitas Muhammadiyah Malang melakukan survey di panti. Para mahasiswa melihat anak-anak panti kurang menaati peraturan, meskipun Panti Asuhan Yasibu sendiri tidak menerapkan peraturan yang spesifik. Selain itu, kegiatan seperti sholat berjamaah, belajar, atau menjaga kerukunan sesama masih sulit untuk mereka lakukan.

Berdasarkan hal tersebut, para anggota kelompok yang terlibat merasa perlu mencari cara untuk meningkatkan keterlibatan dan kedisiplinan anak-anak tersebut.  Oleh karena itu, ide penerapan token ekonomi muncul sebagai alternatif yang menjanjikan. Dengan memberikan insentif berupa token atau poin sebagai imbalan atas perilaku yang diinginkan, diharapkan anak-anak panti akan merasa termotivasi untuk lebih aktif dan disiplin dalam menjalankan tugas-tugas mereka.

Selain itu, penggunaan token ekonomi juga memberikan kesempatan untuk membangun kemandirian dan tanggung jawab pada anak-anak panti. Mereka belajar bahwa tindakan mereka memiliki konsekuensi positif dan bahwa mereka memiliki kontrol atas upaya dan prestasi mereka. Hal ini dapat memicu perubahan perilaku yang berkelanjutan karena mereka merasakan manfaat langsung dari keterlibatan dan disiplin mereka.

“Saya setuju bahwa kita perlu mencari cara yang lebih inovatif untuk meningkatkan keterlibatan anak-anak di panti asuhan. Melalui penerapan token ekonomi, kita dapat memberikan pengakuan atas upaya mereka dan memberikan dorongan yang mereka butuhkan untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan sehari-hari” ungkap Nurfitriah yang merupakan salah satu anggota kelompok 29 gelombang 9 PMM UMM.

Kelancaran kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan serta kesempatan yang diberikan oleh pihak Panti Asuhan Yasibu dalam mengatur anak-anak panti saat melaksanakan program. Mereka turut serta aktif dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada anak-anak panti. Melalui dukungan, kegiatan dapat berjalan lancar dan efektif dan juga antusias anak-anak panti selama kegiatan berlangsung. 

“Wah seru ya! aku dapat bintang sama koin setelah selesai belajar sistem tata surya dan mencocokkan gambar,” ucap Titis salah satu anak Panti Asuhan Yasibu yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan.

Kegiatan PMM memberikan kesempatan bagi anggota kelompok untuk membangun hubungan yang kuat dan berarti dengan anak-anak panti, staf panti, serta anggota kelompok mereka sendiri. Anggota kelompok dapat mengembangkan ikatan emosional dan saling pengertian dengan anak-anak panti melalui interaksi sehari-hari, berbagi kegiatan, dan membantu mereka dalam berbagai aktivitas.

Diharapkan bahwa dengan adanya sistem token ekonomi, anak-anak panti akan lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan, baik itu pendidikan maupun kegiatan sehari-hari lainnya. Ini juga dapat membantu mereka mengembangkan kemandirian dengan memperkuat rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas mereka.

Penerapan token ekonomi di panti Asuhan Yasibu merupakan salah satu program kerja PMM kelompok 29 gelombang 9. “Semoga dengan penerapan token ekonomi ini dapat memberikan dampak positif terhadap anak-anak panti,” ucap seluruh anggota kelompok.

Penulis: PMM kelompok 29 gelombang 9  tahun 2024

Editor: Bintang S. W.

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait