Mahasiswa UMM bimbing UMKM Dusun Krajan hingga dapat mengoptimalkan pemasaran produk lokal UMKM Dusun Krajan, diantaranya kopi bubuk dan kerajinan tas anyaman. Meskipun cuaca tak bersahabat, kegiatan berjalan lancar berkat dukungan desa. Mahasiswa menunjukkan antusiasme dan kerja keras dalam interaksi positif dengan UMKM. Diharapkan, pendampingan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong kemajuan ekonomi desa (05/03/2024).
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 52 gelombang 7 melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dari 20 Januari 2024 hingga 19 Februari 2024.
Tim PMM UMM, yang beranggotakan Diah Ningrum Kurnia, Muhammad Dipa Athallah, Maulida Hafsha dan Gilang Ade Pamungkas, dengan Dosen Pembimbing Frendy Aru Fantiro, M.Pd., mendampingi dua jenis UMKM di Dusun Krajan, yaitu usaha pengolahan kopi bubuk dan kerajinan tas dari anyaman.
Dalam pendampingan usaha kopi, Tim PMM membantu dalam proses pengolahan kopi bubuk, mulai dari pemilihan biji kopi, penyangraian, hingga pengemasan. Sementara itu, untuk pendampingan UMKM kerajinan tas dari anyaman, Tim PMM membantu dalam proses pembuatan tas anyaman, mulai dari pemilihan bahan baku, desain, hingga pengemasan.
Menurut penuturan Diah Ningrum Kurnia yang merupakan salah satu anggota kelompok PMM, gagasan untuk melakukan pendampingan UMKM ini muncul setelah dilakukan observasi oleh kelompok PMM ini. Berdasarkan observasi kelompok tersebut, Dusun Krajan banyak menghasilkan produk pertanian. Hasil pertanian ini dapat diolah menjadi berbagai macam jenis produk seperti kopi bubuk dan anyaman tas.
Tujuan dari pendampingan UMKM ini adalah memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM Dusun Krajan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman dan soft skill kami. Ibu-ibu yang terlibat dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) awalnya belum dapat memasarkan produk tanpa label. Setelah pendampingan, pemasaran produk kopi dan tas anyaman mereka menjadi lebih optimal,” ungkap Maulida Hafsha, salah satu anggota kelompok.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk izin dari pengurus Desa Krajan, Kecamatan Dau. Meskipun cuaca tidak bersahabat, Mahasiswa PMM Kelompok 52 Gelombang 7 tetap dapat melaksanakan kegiatan dengan sukses.
Mahasiswa PMM Kelompok 52 Gelombang 7 menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan pendampingan UMKM. Hal ini terlihat dari sikap dan kerja keras mereka, serta interaksi yang positif dengan ibu-ibu UMKM saat membuat tas anyaman, memetik kopi, dan mengolahnya.
Gilang Ade Pamungkas, selaku koordinator kelompok, menyampaikan rasa terima kasih kepada ibu-ibu UMKM yang bersedia didampingi. “Semoga dengan pendampingan ini, pemasaran produk UMKM dapat berjalan lebih lancar dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” imbuh Muhammad Dipa Athallah, anggota kelompok lainnya.
Banyak pengalaman berharga yang diperoleh kelompok 52 gelombang 7 dalam kegiatan PMM UMM ini. Pengalaman tersebut termasuk mempelajari proses pembuatan tas anyaman yang dilakukan ibu-ibu, memilih buah kopi, mengolah bubuk kopi, hingga membuat label untuk pemasarannya.
Pendampingan yang dilakukan oleh PMM UMM Kelompok 52 Gelombang 7 diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM Desa Krajan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan mendorong kemajuan ekonomi desa. Diharapkan kegiatan pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut di desa-desa lain yang membutuhkan guna membantu kemajuan UMKM dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Penulis: PMM kelompok 52 gelombang 7 tahun 2024
Editor: Bintang S. W.







