Imparo.net

Mahasiswa UMM Gelar Psikodrama, Ajak Anak Panti Asuhan Mojolangu Pahami Dampak Teknologi

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat (PMM) kembali menunjukkan inovasinya melalui kegiatan psikodrama di Panti Asuhan Abdul Khadir Kurnia, Mojolangu, Malang. Pada tanggal 27 Juni 2024, mereka menggelar sesi edukasi bertema “Smart Wellbeing” yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak panti asuhan mengenai dampak positif dan negatif teknologi melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

Kegiatan psikodrama ini diinisiasi oleh Kelompok 45 Gelombang 7 tahun 2024, yang beranggotakan Muhammad Akmal Hafizh, Chandrika Kirani Bakari, Yusuf Wibisono, dan M. Qonis, serta didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Mahar Faiqurahman, S.Kom, M.T, berharap bahwa pengalaman ini dapat menjadi titik awal bagi anak-anak untuk lebih sadar dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. “Ini adalah langkah kecil, tetapi kami percaya bahwa melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat mulai memahami pentingnya keseimbangan antara teknologi dan kehidupan sosial mereka,” tambah Caca.

Psikodrama, sebuah metode terapi yang menggunakan teknik bermain peran untuk mengungkapkan perasaan dan pengalaman, dipilih oleh mahasiswa UMM sebagai sarana untuk menyampaikan pesan penting tentang teknologi. Dalam kegiatan ini, anak-anak panti asuhan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung sebagai aktor dalam skenario yang telah disiapkan. Mereka memainkan peran dalam cerita yang menggambarkan situasi di mana teknologi digunakan dengan bijak maupun tidak bijak.

Pemilihan tema ini didasarkan pada observasi mahasiswa UMM terhadap kebiasaan anak-anak panti asuhan selama liburan sekolah. Banyak dari mereka menghabiskan waktu berjam-jam dengan bermain smartphone, sehingga kegiatan ini dirancang untuk mengingatkan mereka akan pentingnya menggunakan teknologi secara bijak. Harapannya, anak-anak panti asuhan tidak hanya bermain smartphone sepanjang hari, tetapi juga kembali fokus pada kegiatan sekolah dan aktivitas positif lainnya setelah liburan usai.

Kegiatan ini dimulai dengan penuh antusias dan melibatkan lima anak panti asuhan sebagai peserta utama. Melalui psikodrama, para peserta diajak untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang penggunaan teknologi sehari-hari. Mereka memerankan berbagai karakter, mulai dari anak yang kecanduan gadget hingga yang lebih bijak dalam menggunakan teknologi, sehingga mereka dapat merasakan langsung konsekuensi dari pilihan yang mereka buat.

“Dengan kegiatan ini, harapannya dapat meningkatkan smart wellbeing pada anak-anak panti asuhan agar sadar dampak positif dan negatif dari teknologi,” ujar Caca, salah satu anggota PMM UMM. Ia menjelaskan bahwa psikodrama dipilih karena kemampuannya untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan tidak membosankan. Anak-anak panti asuhan yang awalnya ragu dan merasa canggung, perlahan mulai terbuka dan terlibat aktif dalam permainan peran ini.

Salah satu peserta mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan, “Sebelum ikut, aku mikir kegiatannya gak seru, tapi ternyata kegiatannya seru, sayang sudah selesai.” Ungkapan ini mencerminkan bagaimana psikodrama yang diinisiasi oleh mahasiswa UMM mampu mengubah pandangan anak-anak, dari yang semula skeptis menjadi lebih antusias.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pembelajaran mengenai dampak teknologi, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar bagaimana teknologi dapat mempengaruhi kehidupan mereka secara langsung. Dengan memahami baik sisi positif maupun negatifnya, anak-anak panti asuhan diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi di masa depan.

Penulis: Zakiyyudin M. H. (Reporter Imparo.net)

Editor: Abdul Khair

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait