Imparo.net

Mahasiswa UMM Dorong Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Melalui Seni Meronce di SDN 3 Jatiguwi

Pendidikan tak hanya sebatas hafalan rumus dan fakta, melainkan juga pembentukan pribadi kreatif yang siap menghadapi tantangan dunia. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 6 Gelombang 8 menyadari hal ini, dan melalui kegiatan di SD Negeri 3 Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, mereka memperkenalkan seni meronce kepada para siswa sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sekaligus jiwa wirausaha.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

Seni meronce, yang melibatkan keterampilan merangkai manik-manik dan benang menjadi karya seni, bukan hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga mengasah imajinasi, ketelitian, kesabaran, serta fokus siswa. Melalui aktivitas ini, siswa tidak hanya diajak untuk berkreasi, tetapi juga memahami pentingnya kesabaran dan ketelitian dalam menciptakan sesuatu yang unik dan bernilai.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa berbagi ilmu baru dengan anak-anak di SDN 3 Jatiguwi,” ungkap Dirga, Koordinator PMM Kelompok 6 Gelombang 8, dengan penuh semangat. “Antusiasme mereka sangat luar biasa dalam mengikuti kegiatan ini.”

Tidak hanya mengasah kreativitas, seni meronce juga membuka peluang untuk memahami dasar-dasar kewirausahaan. Para siswa diajarkan bagaimana karya mereka bisa menjadi produk bernilai ekonomi, yang dapat dipasarkan baik secara online maupun offline. Dengan demikian, mereka memperoleh pemahaman awal tentang strategi pemasaran, manajemen keuangan, serta pelayanan pelanggan—keterampilan penting yang bisa menjadi bekal mereka di masa depan.

“Kami berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya akan merangsang kreativitas siswa, tetapi juga memberikan mereka wawasan tentang dunia bisnis,” ujar Bu Dyah, Kepala Sekolah SDN 3 Jatiguwi.

Keberhasilan beberapa sekolah dalam membentuk wirausahawan muda melalui kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi SDN 3 Jatiguwi. Dengan panduan yang tepat, karya-karya siswa dapat dipasarkan melalui berbagai platform, memperkenalkan mereka pada dunia bisnis sejak dini.

Dengan pelatihan ini, para siswa SDN 3 Jatiguwi diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan bernilai, tetapi juga semangat wirausaha yang akan mempersiapkan mereka menghadapi dinamika zaman dengan percaya diri dan optimisme.

Penulis: PMM Gelombang 8 Kelompok 6

Editor: Abdul Khair

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait