Imparo.net

Mahasiswa UMM Ajak Lansia Senam Sehat guna Jaga Kesehatan

Mahasiswa UMM mengadakan kegiatan senam dan edukasi untuk lansia di Posyandu Matahari RW 1, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan lansia, termasuk nilai normal gula darah dan kolesterol. Kegiatan ini merupakan salah satu program penting untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, membantu memelihara kesehatan fisik dan mental, serta memperlambat proses penuaan (26/02/2024).

Berdasarkan pemantau lapangan kelompok pengabdian, penuaan adalah bagian alami dari siklus kehidupan manusia. Namun, dengan bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami perubahan yang signifikan, termasuk penurunan fleksibilitas, kekuatan otot, dan keseimbangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, terutama bagi para lansia. Salah satu cara yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui kegiatan senam untuk lansia.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan pendampingan ini diawasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang, yang dibimbing oleh Bapak Denar Regata Akbi, S.Kom., M.Kom. Kelompok 37 gelombang 9 tahun 2024 PMM Bhaktiku Negeri terdiri dari 5 orang, dengan Renata Kurniati sebagai Ketua Pelaksana, Daniela Indriastuti sebagai Humas, Regita Ardyanti Firdausi sebagai Sekretaris, Tri Mita Minarti sebagai Bendahara, dan Najwa Shoffia Nuha sebagai Pubdekdok.

Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah senam lansia. Senam lansia merupakan serangkaian aktivitas fisik yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan batasan fisik yang dimiliki oleh usia lanjut. Kegiatan senam ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup pada orang lanjut usia. Senam lansia sering kali dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan umum yang sering terjadi pada lansia, seperti kekakuan otot, penurunan fleksibilitas, kehilangan keseimbangan, dan risiko jatuh.

Senam yang dilakukan pada hari Rabu, 7 Februari 2024 pukul 08.00 pagi di depan posyandu Matahari. Diikuti oleh para ibu  usia >50 tahun dengan semangat, tidak seluruh lansia mengikuti senam ini karena waktu kedatangan yang berbeda-beda dari tiap lansia. Referensi gerakan senam ini diambil dari platform Youtube dengan durasi selama 8 menit.

Gerakan senam dipimpin oleh salah satu anggota kelompok dan diikuti dengan mudah oleh para ibu karena gerakan sudah di modifikasi agar tidak susah untuk diikuti. Selesai senam, ibu-ibu yang mengikuti senam langsung istirahat dan minum air di depan posyandu Matahari, kemudian, para lansia yang lain juga mulai berdatangan. Para lansia duduk di luar untuk menunggu giliran dipanggil untuk melakukan tes kesehatan.

Selagi menunggu, edukasi mengenai kesehatan lansia dilakukan oleh salah satu anggota kelompok pengabdian. Topik yang dibahas mencakup beberapa penyakit yang relatif muncul saat usia lanjut, informasi tentang nilai normal gula darah, kolesterol, asam urat, serta informasi mengenai makanan yang sebaiknya dibatasi. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di halaman depan posyandu dengan menggunakan media poster yang ditujukan langsung kepada para lansia yang sedang duduk.

Dari edukasi ini, diketahui bahwa banyak lansia yang sudah memahami nilai normal dari penilaian gula darah, kolesterol, maupun asam urat. Sebaliknya, banyak yang belum memberikan perhatian mengenai makanan apa saja yang harus dibatasi, sebuah fakta yang disayangkan oleh banyak lansia. Setelah kegiatan selesai, poster yang digunakan untuk edukasi telah dipasang di dinding di dalam posyandu Matahari, lebih tepatnya di sebelah pintu masuk agar dapat dibaca oleh lansia maupun orang lain saat masuk.

Senam dan edukasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan lansia. Senam dapat membantu memelihara kesehatan fisik dan mental, mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung, serta meningkatkan keseimbangan dan kekuatan otot. Sementara itu, edukasi memberikan pengetahuan yang diperlukan bagi lansia dalam menjaga kesehatannya, seperti pola makan sehat, pengelolaan stres, dan pentingnya perawatan diri yang teratur. 

Kombinasi antara senam dan edukasi membantu meningkatkan kualitas hidup lansia, memungkinkan mereka untuk tetap aktif, mandiri, dan terlibat dalam kehidupan sosial, sehingga memperlambat proses penuaan dan mengurangi risiko terjadinya kecacatan.

Penulis: PMM kelompok 37 gelombang 9  tahun 2024

Editor: Abdul Khair

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait