Malang – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kembali menunjukkan inovasi mereka melalui kegiatan batik ecoprint di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dusun Jenglong, Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 24 Gelombang 8, yang terdiri dari Dicky Prasetyo, Putri Halimatus Saadiyah, Annasa Al Fauza Firanda, Alvina Luthfi Widawati, dan Fadhillah Ramadhan, dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Yuni Nurhamida, S.Psi., M.Si.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan melalui langkah-langkah kecil yang berdampak besar.
Batik ecoprint, yang merupakan teknik membatik ramah lingkungan menggunakan pewarna alami dari daun-daunan dan tumbuhan, menjadi pilihan utama dalam kegiatan ini. Selama kegiatan, anak-anak TPQ dengan antusias memilih bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan mereka dan mengikat kain sesuai dengan kreativitas mereka. Mahasiswa PMM turut membimbing proses ini, menjelaskan bagaimana batik ecoprint tidak hanya merupakan ekspresi seni tetapi juga wujud kepedulian terhadap alam.
Dicky Prasetyo, koordinator kelompok, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, tentang pentingnya pelestarian alam. “Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar membuat batik, tetapi juga memahami bahwa langkah kecil mereka bisa berdampak besar bagi kelestarian bumi. Sebagian besar anak-anak hanya mengetahui hal ini melalui media sosial, dan melalui kegiatan ini mereka dapat langsung mempraktikkannya,” ujarnya.
Respon positif datang dari pengurus TPQ, yang menyatakan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. “Alhamdulillah, santriwan dan santriwati sangat menikmati kegiatan ini. Ini adalah inspirasi bagi kami, pengurus TPQ, untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan mendidik,” kata Ustadzah Anis, salah satu pengurus TPQ.
Dengan kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang peduli terhadap lingkungan dan aktif dalam upaya pelestarian bumi melalui langkah-langkah kreatif dan berkelanjutan. Sebagai mahasiswa yang kelak menjadi agen perubahan, langkah-langkah kecil ini sangat penting dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pak Hendra, salah satu orang tua yang anaknya berpartisipasi, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Menurut saya, ini mungkin kali pertama anak saya membatik dengan bahan alami. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai bagian dari pendidikan dan dakwah,” ujarnya.
Penulis: PMM Gelombang 8, Kelompok 24 Tahun 2024
Editor: Abdul Khair







