Mahasiswa UMM melalui PMM Kelompok 108 membawa angin segar bagi pendidikan di TK Al-Hidayah Telasih dengan memperkenalkan game edukasi inovatif berbasis digital. Program ini berlangsung pada tanggal 24 dan 25 Juli 2024, dengan tujuan utama mendukung guru-guru dalam proses pengajaran serta mengenalkan anak-anak pada teknologi dengan cara yang menyenangkan dan edukatif.
Bertempat di TK Al-Hidayah Telasih, yang berlokasi di Jl. Pangestu Raya No.35, para mahasiswa IT ini mempersembahkan permainan edukasi seperti tembak balon dan tebak gambar dengan suara hewan. Game yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python ini dirancang secara khusus untuk merangsang perkembangan pancaindra anak-anak usia dini, termasuk meningkatkan kemampuan motorik tangan, penglihatan, pendengaran, serta keterampilan berpikir kritis. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan pentingnya pengenalan teknologi pada anak-anak sejak dini dalam suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Permainan tembak balon, salah satu game yang dikembangkan, memiliki berbagai fitur menarik seperti menu, start, exit, level, dan durasi waktu yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Anak-anak diajak bermain dengan memilih tingkat kecepatan—lambat, sedang, atau cepat—serta durasi permainan 30, 60, atau 120 detik.
Tantangannya adalah mengikuti perintah warna yang muncul di pojok kiri atas layar dalam batas waktu yang telah dipilih, yang bertujuan melatih konsentrasi dan koordinasi antara mata dan tangan. Game ini juga dirancang dengan tingkat kesulitan yang bervariasi untuk mengakomodasi kemampuan anak-anak yang berbeda.
Selain itu, permainan tebak gambar menggunakan suara hewan, seperti ayam, bebek, kucing, anjing, dan burung, memberikan tantangan tambahan. Anak-anak harus mencocokkan suara dengan gambar hewan yang sesuai, yang tidak hanya menambah keseruan tetapi juga membantu anak-anak dalam mengasah kemampuan mendengar dan mengenali suara. Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenal berbagai hewan, tetapi juga mengembangkan kemampuan kognitif dalam memahami instruksi dan mengambil keputusan dengan cepat.
Program ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pihak TK Al-Hidayah Telasih, termasuk para guru yang melihat manfaat besar dari metode pengajaran berbasis game ini. Salah satu guru di TK tersebut menyatakan, “Program ini benar-benar membantu kami dalam mengajar anak-anak dengan cara yang lebih kreatif dan interaktif. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keceriaan di sekolah.”
Para mahasiswa PMM juga berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat diadopsi lebih luas, tidak hanya di TK Al-Hidayah Telasih tetapi juga di sekolah-sekolah lain, terutama di daerah-daerah yang lebih terpencil. Mereka tengah mempersiapkan modul pelatihan untuk para guru agar metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan berdampak positif jangka panjang. Dengan semangat inovasi ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang membuktikan bahwa pendidikan dapat diintegrasikan dengan teknologi secara efektif, membantu generasi muda Indonesia tumbuh dengan keterampilan yang relevan di era digital.
Dengan berakhirnya program ini, diharapkan anak-anak tidak hanya meraih keceriaan saat bermain, tetapi juga mendapatkan bekal pengetahuan yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Program ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.
Editor: Abdul Khair







