Aliansi Penulis Muhammadiyah (APIMU) Malang Raya memicu perbincangan dengan bedah buku yang mencermati pendidikan Islam dalam konteks multikulturalisme. Acara tersebut menyorot buku berjudul “Isu-isu Pemikiran dan Pendidikan Islam Kontemporer: Radikalisme, Hijrah Milenial, dan Media Baru” karya terbaru Nafik Muthohirin, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (26/03).
Kegiatan ini menjadi kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh APIMU Malang dengan harapan membangun silaturahmi dan semangat para penulis yang ada di Muhammadiyah. Dihadiri anggota APIMU dan tokoh-tokoh literasi terkemuka, diskusi ini menggali sudut pandang baru tentang pendidikan Islam dan relevansinya dalam masyarakat multikultural.
Bertempat di Rumah Baca Cerdas (RBC) Malik Fadjar, Malang. Kegiatan ini diikuti oleh Anggota APIMU Malang, dan beberapa organisasi lainnya, kegiatan ini juga dimoderatori oleh Yuviana Rohmawati serta dihadiri oleh Bintang Sasminta Wicaksana dan Manda Danastri selaku penanggap.
Nafik menceritakan bahwa awal kemunculan tulisan ini adalah dari sebuah artikel yang di presentasikan pada sebuah konferensi internasional. Menurutnya, tulisan ini diharapkan memberikan sumbangan pada cara pandang multikulturasime yang ada di Indonesia.
“Tulisan ini juga mencoba untuk memberikan pemahaman bahwa pendidikan islam cukup beperan signifikan terhadap bagaimana cara pandang keagamaan yang ada di Indonesia. Selain itu tulisan ini juga mencoba melihat fenomena seperti hijrah milenial, wacana radikalisme yang sesuai dengan esensi islam,” sampainya.
Selaku penanggap, Bintang menjelaskan bahwa buku ini dapat membawa pembaca merefleksikan bagaimana Indonesia dengan berbagai keberagaman agama dan demokrasi yang ada.
“Buku ini cukup komperhensif untuk membahas isu keagamaan, khususnya agama Islam. Pembahasan bagaimana sumbangsih Muhammadiyah memiliki peran terhadap isu minoritas keagamaan yang ada salah satu kelebihan yang ada dibuku ini,” kesan Bintang yang juga merupakan Koordinator APIMU Wilayah Malang Raya.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh APIMU ini juga merupakan kepedulian terhadap basis pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Manda selaku salah satu penanggap pada kegiatan ini memberikan penjelasan bagaimana pembahasan di dalam buku ini menggunakan pendidikan multikulturasilme sebagai salah satu landasan pembahasan awal pada buku ini.
Menurutnya dengan adanya pembahasan pendidikan multikulturalisme sebagai salah satu pandangan terhadap keagamaan akan menjadi salah satu sumbangan gagasan yang mencerahkan untuk membawa paham kedamaian dalam beragama.
“Moderat yang dipahami saat ini, ketika membaca buku mas nafik akan menemukan bahwa moderat bukan artinya tidak bependirian secara gamblang” sampainya yang merupakan staff program di RBC.
Reporter: Abdul Khair
Editor: Ahmad Fauzan A.







