PMM kelompok 36 gelombang 1 tahun 2024 bekerja sama dengan Karang Taruna untuk menghidupkan kembali kegiatan Karang Taruna yang sebelumnya vakum. Kegiatan ini dilaksanakan di Pojok Perpustakaan setempat dan mencakup lomba mewarnai serta permainan seru, diikuti oleh 25 anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan ruang ekspresi bagi remaja, mempererat hubungan antar mereka, serta meningkatkan kreativitas dan keberanian mereka. Tingginya antusiasme dari anak-anak menjadi indikasi keberhasilan dari program revitalisasi ini.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri, kelompok 36 Gelombang 1 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu, Bapak Achmad Syaiful Hidayat S.E. M.Sc., yang berlokasi di Jl. Tirto Taruna Gang 9 Rt.03/Rw.07 Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kelompok pengabdian ini terdiri dari lima orang, yaitu Kharisa Agustin Herviani, Indah Dwi Cahya Permata, Ely Dwi Astutik, Wilndha Wiandhari, dan Althaf Akhdan Shadiq.
Sebelumnya PMM kelompok 36 gelombang 1 telah melakukan observasi didaerah tersebut diketahui bahwa organisasi karang taruna didaerah tersebut sudak tidak aktif sehingga mahasiswa PMM ini berinisiatif untuk mengajak remaja daerah tersebut untuk mengaktifkan kembali karang taruna, mengingat di daerah tersebut sangat dibutuhkan peran karang taruna.
Hal inilah menjadi latar belakang, sehingga PMM kelompok 36 gelombang 1 ingin menjalankan kembali karang taruna di daerah tersebut. “Tujuan Revitalisasi ini antara lain untuk memberikan wadah kepada remaja setempat dalam mengekspresikan diri, untuk mempererat hubungan antar remaja setempat, agar remaja setempat memiliki peran penting di masyarakat dalam setiap kegiatan kemasyarakatan,” ujar Risa, sebagai koordinator PMM
Rencana ini disambut baik oleh remaja-remaja daerah tersebut dengan bersediannya diadakan kegiatan yang berkaitan dan melibatkan karang taruna. Respon positif juga di berikan oleh ketua RT setempat yang menyambut baik dan antusias terkait penganktifan kembali karang taruna. “Saya berterimakasih kepada PMM kelompok 36 gelombang 1 yang bersedia membantu mengaktifkan kembali karang taruna yang sebelumnya sempat vakum, hal ini semoga memberikan kesadaran pada remaja RT. 3 RW. 7 untuk terus menjalankan organisasi karang taruna karena peran remaja di lingkungan disini sangat dibutuhkan” ungkap Pak Lukito, ketua RT. 03.
Diaktifkan kembali karang taruna untuk memberikan wadah kepada remaja daerah tersebut untuk memiliki kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungannya. Kegiatan yang dimaksud sebelumnya yaitu lomba mewarnai yang diadakan di Pojok Perpustakan didaerah setempat sebagai langkah pemberdayaan Pojok Perpustakaan sebagai mestinya.
Pojok Perpustakaan didirikan oleh salah satu warga Desa Landungsari yaitu bapak M. Wahyu Salman Alfarisi atau biasa disapa Pak Wahyu. Tujuan didirikannya pojok perpustakaan ini sebagai wadah anak-anak untuk belajar dan bermain untuk menciptakan budaya membaca sejak dini. Pojok Perpustakaan sendiri didirikan tahun 2020 pada masa covid 19, dimana pada saat itu anak-anak hanya dirumah dan tidak memiliki kegiatan sehingga muncul ide dari Pak Wahyu untuk mendirikan Pojok Perpustakaan.
“Alasan saya mebuat pojok perpustakaan ini untuk menggalakkan budaya membaca anak untuk mengetahui dunia lebih luas sebagaimana pribahasa buku adalah jendela dunia,” jelas Pak Wahyu selaku pendiri Pojok Perpustakaan.
Pengabdian kali ini juga diramaikan dengan dilaksanakannya fun game dan lomba mewarnai di Pojok Perpustakaan. Peserta yang mengikuti kegitan ini yaitu anak-anak dengan jumlah 25 orang. Kegiatan fun game di isi dengan tebak gambar dan tebak kata, dilanjutkan lomba mewarnai yang kemudian dipilih tiga hasil karya terbaik dan menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Tujuan lain dari kegiatan ini untuk meningkatkan kreatifitas anak dan keberaian anak. Hasil karya mewarnai anak-anak sebagian di pajang di mading yang ada di Pojok Perpustakan dan mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang memiliki karya terbaik.
“Kami memilih kegiatan lomba mewarnai untuk menarik minat baca di pojok perpustakaan ini agar anak-anak tidak merasa bosan, kegiatan ini sebagai kegiatan variasi di pojok perpustakaan” ungkap Wilda sebagai salah satu anggota PMM
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan baik terbukti dengan antusiasnya anak-anak selama kegiatan berlangsung. “Kegiatan Lomba mewarnai sangat seru selain lomba mewarnai ada fun game jadi lebih menyenangkan dan membuat kami lebih semangat karena ada hadiah untuk gambar terbaik” ucap Veve salah satu anak yang mengikuti kegiatan lomba mewarnai
Penulis: Ely Dwi Astutik (PMM kelompok 36 gelombang 1 tahun 2024)
Editor: Abdul Khair







