Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi, perhatian terhadap kesehatan sering kali terabaikan. Padahal, kesehatan adalah fondasi utama untuk menjalani kehidupan dengan baik. Kesadaran akan pentingnya kesehatan terutama bagi lansia, menjadi sorotan dalam program yang diadakan oleh Kelompok PMM Universitas Muhammadiyah Malang, beranggotakan Davina Azzahra Nathania, Nabila Eka Putri Aryanto, Mochamad Alfandi Prastiar, Aldia Nasjwa Fiha dan Salisa Nur Azizah, yang melibatkan para lansia dalam kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Ngaglik.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
TOGA, atau Tanaman Obat Keluarga, memiliki peran krusial dalam menyediakan obat herbal alami yang mudah diakses oleh masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang mungkin memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. Selain itu, TOGA juga dapat mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia, yang sering kali tidak ideal bagi lansia jika dikonsumsi secara berlebihan. Ahmad Arif dalam tulisannya tahun 2024 menyebutkan bahwa meskipun usia harapan hidup meningkat, beban penyakit tidak menular juga bertambah karena gaya hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, penanaman TOGA menjadi solusi relevan dalam memperbaiki gaya hidup dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan, terutama bagi para lansia yang terlibat. Mereka merasa berkontribusi dalam menjaga tradisi baik ini sebagai upaya menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga. Salah satu peserta lansia, Bapak Hartono, menyatakan, “Kegiatan semacam ini bagi kami begitu berarti. Karena selain bisa berbuat baik pada lingkungan dan alam, kami juga bisa bertukar cerita antar sesama sehingga kami merasa dihargai dan ada manfaatnya di lingkungan masyarakat.”
Tanaman yang ditanam antara lain jahe, kunyit, kencur, dan daun sirih. Kepala Day Care, Ibu Rahayu Kusumaningsih, S.Pd., menambahkan, “TOGA merupakan sumber obat alami yang dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan. Selain itu, juga bisa digunakan dalam berbagai kebutuhan dapur seperti bahan memasak dan lain sebagainya. Dengan adanya kebun TOGA ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.”
Kegiatan dimulai pada Sabtu, 03 Agustus 2024, dengan survei tanaman dan pembelian tanah, sekam, serta pupuk sebagai persiapan awal. Survei ini memastikan semua kebutuhan bahan dan alat terpenuhi sebelum kegiatan menanam dimulai.
Pada Minggu, 04 Agustus 2024, tim fokus pada persiapan bibit yang akan dipindahkan ke pot galon sebagai bagian dari program taman lansia. Bibit-bibit ini dipersiapkan untuk penempatan di area outdoor maupun indoor, sesuai dengan karakteristik tanaman.
Senin, 05 Agustus 2024, tim memanfaatkan galon bekas dari sampah rumah tangga untuk pembuatan pot. Pot-pot ini kemudian dicat dengan warna merah putih sebagai bentuk perayaan HUT RI. Kegiatan puncak berlangsung pada Selasa, 06 Agustus 2024, dengan pemindahan bibit ke pot-pot yang telah disiapkan. Setelah itu, bibit-bibit ini dikarantina sebelum diserahkan kepada ketua RT, perwakilan lansia, dan ketua Yayasan Abhi Candra Nusantara.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan Yayasan Abhi Candra Nusantara. Ibu Rani, seorang aktivis kesehatan yang turut hadir, mengatakan, “Partisipasi lansia dalam kegiatan ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa mereka masih aktif dan bersemangat untuk berkontribusi dalam pembangunan desa.”
Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memberdayakan lansia dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan seperti ini diharapkan terus dilanjutkan dan dikembangkan agar semangat kebersamaan dan gotong royong semakin kuat. Desa Ngaglik menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus berkarya dan berkontribusi, menciptakan harapan baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Penulis: Salisa Nur Azizah
Editor: Bintang







