Di tengah tantangan harga pupuk yang terus meroket dan kapasitas pasokan yang tidak stabil, mahasiswa UMM dari program PMM Gelombang 09 Kelompok 02 menghadirkan terobosan yang segar dan ramah lingkungan untuk petani di Dusun Sumberwangi, Desa Donowarih, Kecamatan Karangpolso, Kabupaten Malang. Mulai 18 Juli 2024, kelompok ini memulai program inovatif yang memanfaatkan limbah rumah tangga untuk membuat pupuk kompos melalui Teknik Biopori, memberikan solusi berkelanjutan yang dapat meringankan beban biaya pertanian bagi warga setempat.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Kelompok 02, yang dipimpin oleh Moch. Dannu Kusuma sebagai Koordinator, dan terdiri dari Ariel Nurfirman Wahyudi, Kevin Arif Saputra, Intan Wahyu Yuniyarta, serta Annisyatur Rafiah, berkomitmen untuk memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah tersebut. Program ini dilaksanakan selama 30 hari dengan pendekatan yang menyasar pada pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan.
Teknik Biopori, yang melibatkan pembuatan lubang kecil di tanah untuk mempercepat dekomposisi limbah organik, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk komersial yang mahal.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PMM UMM memberikan panduan komprehensif kepada warga Dusun Sumberwangi mengenai cara pembuatan dan penggunaan alat biopori. Mereka menjelaskan proses pembuatan alat biopori yang sederhana menggunakan bahan-bahan seperti paralon, tutup paralon, gergaji, dan solder, serta cara pengisian dan perawatan. Teknik ini tidak hanya meningkatkan kualitas tanah dan kesuburan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan risiko banjir dengan meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah.
Program ini mendapatkan sambutan positif dari warga Dusun Sumberwangi. Para petani setempat mengapresiasi inovasi ini karena dapat mengurangi pengeluaran biaya pupuk dan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Teknik Biopori yang diajarkan oleh mahasiswa UMM sangat membantu kami dalam mengatasi masalah kekurangan pupuk. Kami merasa lebih mandiri dan bersemangat untuk menerapkan metode ini,” ungkap salah satu petani setempat.
Kelompok PMM UMM berharap bahwa program ini dapat diteruskan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Sumberwangi. “Kami berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan teknik ini untuk memproduksi pupuk sendiri, sehingga pengeluaran saat panen dapat berkurang dan hasil panen menjadi lebih optimal. Program ini adalah hasil dari kerjasama yang baik antara mahasiswa, masyarakat, dan karangtaruna setempat,” ujar Moch. Dannu Kusuma.
Penulis: PMM Gelombang 9 Kelompok 2
Editor: Abdul Khair







