Mahasiswa UMM yang melaksanakan PMM tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri kepada siswa-siswi SDN Sumber Porong 3. Pada tanggal 6 Agustus 2024, Kelompok 42 Gelombang 6 dari PMM UMM menyelenggarakan pelatihan public speaking dengan cara yang unik dan mendidik—melalui kegiatan baca puisi bertemakan perilaku hidup sehat. Acara ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk berani tampil dan mengekspresikan diri di hadapan umum.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Peserta dari kegiatan ini adalah siswa kelas 5 SDN Sumber Porong 3 yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Pelatihan ini tidak hanya memberikan materi mengenai teknik public speaking, tetapi juga melibatkan siswa dalam senam vokal untuk melatih suara sebelum tampil. Setelah itu, para siswa diminta untuk menulis dan membacakan puisi dengan tema perilaku hidup sehat, yang menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan orisinil.
Tidak hanya mengasah kemampuan berbicara, kegiatan ini juga memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap perilaku hidup sehat. Lima peserta terbaik yang menunjukkan usaha dan kreativitas luar biasa mendapatkan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi. Nadiva Shabrina Putri, bersama dengan Deviana Putri Varelita Effendi, Daffa Haikhal Fiqih Hartanto, Raihan Danar Prastiya, dan Muhammad Rinjani Arifin, merupakan anggota Kelompok 42 Gelombang 6 yang aktif dalam kegiatan ini. Mereka dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Awan Setia Dharmawan, M.Si, yang memberikan dukungan penuh dalam setiap tahapan kegiatan.
Pelatihan public speaking ini juga diwarnai dengan tantangan yang dihadapi oleh siswa, terutama dalam mengatasi rasa malu dan gugup saat harus berbicara di depan teman-teman mereka. Untuk membantu mengatasi hal ini, anggota PMM UMM memberikan pendampingan intensif, memberikan dukungan penuh kepada siswa yang masih merasa canggung. Meskipun banyak yang masih malu-malu, kegiatan ini dianggap sebagai langkah awal yang positif dalam membangun kepercayaan diri siswa.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membiasakan siswa berbicara di depan umum, yang merupakan keterampilan penting bagi masa depan mereka. Nadiva Shabrina Putri, salah satu anggota PMM UMM, mengungkapkan harapannya bahwa melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih percaya diri dan mampu mengekspresikan diri dengan baik. “Kegiatan ini sangat berkesan karena kami bisa membantu siswa mengekspresikan diri mereka,” ujar Nadiva.
Selain pelatihan public speaking, kegiatan ini juga mencakup beberapa aktivitas tambahan seperti sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, praktik menyaring air kotor, menghias kelas, dan membuat pot tanaman dari bahan bekas. Semua kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan serta keterampilan kreatif siswa. Kegiatan baca puisi ini menjadi momen yang penuh kegembiraan, di mana banyak siswa tampil dengan gaya yang unik dan lucu, menciptakan suasana yang hidup dan penuh tawa.
Kelompok PMM UMM berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif jangka panjang bagi siswa. “Meskipun ini hanya langkah awal, kami percaya bahwa melalui kegiatan seperti ini, siswa dapat mulai mengembangkan kebiasaan public speaking yang baik,” tambah Nadiva.
Penulis: Zakiyuddin M. H. (Reporter Imparo.net)
Editor: Abdul Khair







