Imparo.net

Kreatif, Mahasiswa UMM Edukasi Kelestarian Lingkungan Lewat Teknik Ecoprint

Program PMM UMM  memperkenalkan konsep ECOBATE (Ecoprint Batik Education) kepada siswa-siswi  SD Negeri Perak 01, Kecamatan Perak, sejak tanggal 30 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan seni batik tradisional yang dipadukan dengan teknik ecoprint, sebuah metode ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan-bahan alami untuk menciptakan motif batik unik.

Program ECOBATE yang diadakan oleh kelompok PMM ini tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga pada edukasi mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Siswa-siswi SD Negeri Perak 01 belajar mengenali berbagai jenis tumbuhan lokal yang dapat digunakan dalam proses ecoprint, serta mempelajari cara mengolah tumbuhan tanpa merusak lingkungan. Mereka diajarkan untuk membuat motif batik menggunakan daun, bunga, dan kulit kayu tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya atau pewarna sintetis.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

Kelompok PMM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Sanesta Salsabila Defara sebagai koordinator, Sofya Laily Miftakhurrodiyah sebagai sekretaris, Amy Miftakhul Jannah Umardi sebagai bendahara, Jelita Amandazulia Ariska sebagai sie dokumentasi, dan Nur Sakinah Salsabilah sebagai sie perlengkapan. Kegiatan ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Salah satu metode yang diajarkan dalam program ini adalah teknik ecoprint dengan metode “pounding,” di mana siswa-siswi memukul daun atau bunga yang telah disusun di atas tas selempang atau totebag menggunakan alat pemukul seperti batu atau ulekan. Setelah motif terbentuk, kain kemudian direndam dalam air yang dicampur tawas untuk mengunci warna. Hasil karya yang dibuat oleh siswa-siswi SD Negeri Perak 01 menjadi cerminan kreativitas mereka dalam memanfaatkan tumbuhan lokal untuk menghasilkan motif batik yang unik.

Micael, salah satu siswa yang menghasilkan karya ecoprint terbaik, mendapat penghargaan dari kelompok PMM sebagai bentuk apresiasi atas kreativitasnya. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru kepada siswa-siswi, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui seni yang lestari.

Selain pembelajaran teknik ecoprint, kelompok PMM juga mengadakan sesi diskusi interaktif dengan siswa-siswi SD Negeri Perak 01. Dalam sesi ini, mereka diajak untuk berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta bagaimana kegiatan sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih ramah lingkungan. Para siswa diberikan kesempatan untuk berbagi ide tentang cara-cara sederhana yang bisa mereka lakukan di rumah untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik dan memanfaatkan limbah organik sebagai kompos.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Kepala Sekolah SD Negeri Perak 01, Bapak Rochman Subhi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMM dalam mengenalkan seni dan ilmu lingkungan kepada anak-anak sejak dini. 

“Program seperti ECOBATE sangat bermanfaat dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sekaligus melestarikan budaya batik. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain,” ujar Bapak Rochman Subhi.

Editor: Abdul Khair

Terbaru

Terpopuler

  • donasi-imparo

    Post Terkait