Melakukan riset intensif untuk mengembangkan teknik pengolahan pupuk ramah lingkungan, Mahasiswa UMM mengubah limbah sampah organik menjadi pupuk bernilai ekonomis di Desa Madiredo, Pujon, Malang. Dengan menyadari dampak negatif pupuk kimia, pengabdian ini mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan pupuk organik (24/02/2024).
Program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan kegiatan yang tidak hanya memberikan manfaat akademis bagi mahasiswa, namun juga meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk turut terlibat di masyarakat. Program ini juga menuntut mahasiswa untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh PMM Kelompok 28 Gelombang 2 tahun 2024 yaitu pengelolaan limbah sampah organik menjadi barang yang bernilai ekonomis yakni pupuk. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Waktu pelaksanaan program dimulai pada tanggal 19 Januari- 17 Februari 2024.
Kelompok ini dibimbing oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yaitu Agustin Dwi Haryanti, SE.,MM.,Ak.,CA,.CSRS.,CSRA. Adapun kelompok ini terdiri dari mahasiswa program studi manajemen Angkatan 2022 yaitu Muhammad Farhan Hafidzi, Ismatur Rofi’ah, Silfia Putri Maharani, Irta Nur Azizah, dan Nabhila Yana Puspita.
Muhammad Farhan Hafidzi selaku Ketua PMM Kelompok 28 Gelombang 2 UMM menyatakan bahwa dalam proyek terbarunya, kelompoknya telah melakukan serangkaian riset dan pengujian untuk mengembangkan teknik pengolahan pupuk organik yang efektif dan ramah lingkungan. Kelompok ini menjalankan penelitian lapangan yang intensif untuk mengidentifikasi bahan-bahan organik lokal yang dapat dijadikan bahan baku untuk pupuk organik.
Melalui pengolahan pupuk organik, kelompok ini ingin memberikan alternatif yang ramah lingkungan dan lebih berkelanjutan bagi pertanian lokal. “Kami menyadari pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terhadap penggunaan pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan,” ungkapnya.
Lanjutnya, Pengolahan limbah sampah organik menjadi pupuk organik memiliki beberapa manfaat yang signifikan. Salah satunya yaitu, dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengurangi beban pada sistem pengelolaan sampah. Selain itu, pupuk organik yang dihasilkan dari limbah sampah organik mengandung nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
Nutrisi ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk organik juga membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetis. Dengan memanfaatkan pupuk organik, penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi, yang pada gilirannya membantu mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Silfia Putri Maharani selaku Anggota PMM Kelompok 28 Gelombang 2 UMM menyatakan bahwa proses pengolahan limbah sampah organik menjadi pupuk organik melibatkan beberapa langkah. Pertama, limbah sampah organik harus dikumpulkan terpisah dari sampah non-organik. Pada skala rumah tangga, wadah khusus atau komposter dapat digunakan untuk mengumpulkan limbah sampah organik. Setelah dikumpulkan, limbah organik harus dipisahkan dan dihancurkan untuk mempercepat proses dekomposisi.
Selanjutnya, limbah sampah organik yang terpisah dan dihancurkan ditempatkan dalam komposter atau tempat pengomposan. Proses pengomposan melibatkan dekomposisi oleh mikroorganisme yang membusuk dan menguraikan bahan organik menjadi pupuk matang. Setelah proses pengomposan selesai, pupuk organik yang dihasilkan dapat disaring untuk menghilangkan bahan yang belum terurai sepenuhnya, sehingga mendapatkan pupuk yang lebih halus dan siap digunakan.
Silfia menambahkan bahwa pupuk organik mempunyai banyak manfaat antara lain, dapat untuk memperbaiki kesuburan tanah pada lahan pertanian, meningkatkan kualitas tanah, dan pupuk organik juga dapat digunakan untuk kebun, taman, atau pemulihan lahan terdegradasi. Pupuk organik juga membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kesehatannya secara alami.
Pengolahan limbah sampah organik menjadi pupuk organik merupakan solusi yang ramah lingkungan dalam mengatasi masalah limbah organik dan mendukung pertanian yang berkelanjutan. “Kita dapat berkontribusi dalam keberlanjutan lingkungan dan pengolahan sampah yang lebih baik melalui program ini,” tandasnya.
Menurut pengusaha tani lokal, Pak Samsul, implementasi pupuk organik telah menghadirkan perubahan signifikan dalam ekosistem pertanian di Desa Madiredo “Pupuk organik dari program inisiatif UMM sungguh membantu kami para petani di Desa Madiredo. Tanaman kami tumbuh lebih subur dan hasil panen meningkat, serta tanah kami terasa lebih sehat. Ini adalah langkah besar menuju pertanian yang ramah lingkungan” ujar pak Samsul dengan penuh antusias.
Penulis: PMM kelompok 28 gelombang 2 tahun 2024
Editor: Abdul Khair







