Berinovasi dengan pendampingan langsung bagi UMKM di Kelurahan Kauman, Kota Malang. Mahasiswa UMM ajarkan penggunaan media sosial untuk mempromosikan usaha untuk UMKM. Dengan metode workshop intensif, pengabdian ini berikan tutorial pengambilan bahan dan edit video menggunakan aplikasi Capcut. Respons masyarakat sangat positif, dengan pelaku UMKM merasa terbantu dan antusias mengikuti pendampingan ini (24/02/2024).
Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 93 di gelombang 2 tahun 2024 dari Universitas Muhammadiyah Malang terjun langsung untuk membantu keresahan masyarakat yang dilaksanakan tanggal 19 Januari hingga 19 februari.
Agenda ini merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa aktif UMM Kegiatan yang merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat ini merupakan bentuk aplikasi dari Hilirisasi Hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). PMM ini tentunya telah menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif untuk masyarakat.
Anggota kelompok dalam pengabdian ini terdiri dari Nafisa Aura, Tata Cita, Wulan Ayu, Nahda Awindya, dan Erwin Dwi yang berasal dari program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang serta dibimbing langsung oleh Bapak Iradhat Taqwa Sihidi, S.IP., M.A., selaku dosen pembimbing lapangan (DPL).
Melihat majunya pergerakan dunia digital dan bagaimana media digital sangat mempengaruhi laju dari perekonomian, hal ini menjadi fokus kontribusi yang dirancang oleh kelompok 93 di gelombang 2.
Setelah melakukan riset lapang, kelompok mahasiswa tersebut memutuskan untuk melakukan pengabdian di Kelurahan Kauman, Kota Malang khususnya di wilayah Kampoeng Heritage Kajoetangan. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi pada banyaknya UMKM berkembang, namun masih kurang peka dengan pentingnya media sosial sebagai penunjang eksistensi usaha bagi pelakunya.
UMKM di daerah tersebut didominasi oleh penjual makanan tradisional, jajanan viral dan cafe rumahan. Konsep yang diusung sebenarnya sangat bagus, namun belum ada eksekusi dan framing yang menarik di sosial media untuk mendatangkan pengunjung yang lebih banyak.
Setelah mengkaji ulang, kelompok PMM menemukan bahwa mayoritas pelaku usahanya mengalami kesulitan untuk membuat konten untuk diunggah di media sosial. Banyak dari mereka yang tidak tahu konten seperti apa yang akan tepat sasaran kepada marketnya.
Sudah sangat bosan dengan mengikuti workshop intensif dan mayoritas target audience yang bukan dari kalangan anak muda, akhirnya kelompok PMM ini menggunakan metode yang tidak biasa, yaitu dengan melakukan pendampingan secara individu.
Beranggotakan hanya 5 orang mahasiswa, mereka akan disebar datang ke 30 untuk melakukan pendampingan secara individu. Materi yang yang diajarkan oleh mahasiswa ini adalah tutorial pengambilan bahan video serta tutorial edit video menggunakan aplikasi capcut.
Kegiatan ini ternyata menumbuhkan atensi besar yang positif dari masyarakat setempat, Banyak pelaku UMKM yang merasa cocok dengan metode pendampingan seperti ini “seneng banget mbak, akhirnya saya bisa lo pakai capcut, soalnya saya suka jalan-jalan, jadi bisa mengabadikan momen nya jauh lebih cantik”, ujar ibu dian penjual mukena di pasar besar, Malang.
Kelompok 93 di gelombang 2 dari Universitas Muhammadiyah Malang ini juga mengajarkan bagaimana mengunggah hasil konten di media sosial instagram maupun tiktok beserta caption yang sesuai dengan kalangan yang dituju. Nyatanya, mereka semua sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Nah, kalau begini saya jadi ngerti mbak, karena kalau cuma seminar aja nanti pulang juga lupa.” papar ibu Dewi, penjual roti canai dan sosis bakar. Pernyataan tersebut tentu kabar bahagia bagi para mahasiswa karena dampak janga panjangnya bisa dirasakan hingga di kehidupan sehari-hari.
Tata Cita, sebagai humas dari tim PMM kali ini turut senang dan mengakui ketangkasan para pelaku UMKM dalam menerima ilmu baru, “Saya tidak menyangka sebenarnya kalua ibu-ibu dan bapak-bapak sangat tanggap dalam menerima arahan kami dan aktif sekali bertanya mengenai hal hal mengenai konten yang belum diketahui”. Menurut tim PMM, pelaku UMKM sangat menunjukkan kemajuan positif dan peningkatan skill selama proses workshop maupun pendampingan.
Sebagai anak Gen Z yang peka terhadap kemajuan teknologi, Kelompok Mahasiswa UMM ini sangat mengapresiasi kegigihan daripada pelaku UMKM untuk mau peka dengan kemajuan, tak lupa juga rasa terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk berbagi ilmu dan momen menyenangkan selama ini.
Tidak hanya berbagi ilmu, Mahasiswa juga mengakui banyak mendapat ilmu baru dari pada pelaku usaha, seperti susahnya merintis usaha, bagaimana menghadapi kerugian dan juga motivasi berharga. Mahasiswa berharap, para pelaku UMKM bisa konsisten dalam memproduksi konten agar semakin terampil dan berdampak positif bagi usahanya.
Penulis: PMM kelompok 93 gelombang 2 tahun 2024
Editor: Abdul Khair







